• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, Oktober 3, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

BI Tinggalkan Strategi Suku Bunga, Andalkan Insentif Valas untuk Jaga Rupiah

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
24 September 2026
Rupiah Tertekan Harga Minyak dan Ketidakpastian The Fed

Foto Grafis: Bertuahpos / Melba

124
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM — Bank Indonesia (BI) tidak lagi mengandalkan penaikan suku bunga acuan atau BI Rate sebagai instrumen utama dalam meredam tekanan terhadap nilai tukar rupiah. Berbeda dengan beberapa keputusan sebelumnya yang mendorong suku bunga naik hingga 100 basis poin sejak awal tahun, BI kini memilih penguatan instrumen di pasar uang dan memangkas biaya lindung nilai bagi investor asing.

Deputi Gubernur Senior BI, Aida Budiman, menegaskan bahwa respons suku bunga acuan selalu dihitung berdasarkan kesenjangan inflasi dan kesenjangan output. Dalam paparan terkait hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI periode September 2026 pada Rabu kemarin, ia menilai kondisi ekonomi domestik saat ini tidak sedang overheating, sehingga kenaikan BI Rate dinilai kurang tepat.

“Kami tidak memilih untuk menaikkan BI Rate, karena BI Rate tadi punya dampak juga terhadap harga-harga di domestik,” jelas Aida.

Aida menjelaskan, inflasi inti Indonesia per Agustus 2026 masih sangat terkendali pada level 2,92%. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi dinilai tetap solid pada kisaran 5,29% untuk kuartal kedua.

Menurutnya, pelemahan nilai tukar rupiah sejak awal September 2026 dinilai murni akibat faktor eksternal, mulai dari kenaikan yield US Treasury ke 5,2% dan kenaikan indeks dolar AS. Ia menilai masalah utama pasar saat ini adalah kekurangan pasokan likuiditas valuta asing, dan membantah jika pelemahan rupiah dikaitkan dengan lesunya ekonomi domestik.

Sementara itu, Gubernur BI Destry Damayanti menyatakan suku bunga acuan saat ini sudah berada pada level yang memadai. Bank sentral kini lebih memilih insentif berupa pemotongan premi lindung nilai, setelah menahan BI Rate tetap di level 5,75%.

Melalui skema ini, BI memberi diskon premi swap hingga 25% untuk tenor penempatan satu tahun. Selain itu, biaya transaksi Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) juga didiskon hingga 30% agar aliran modal asing terus masuk sekaligus menjaga stabilitas rupiah.

Menyusul keputusan terbaru BI ini, nilai tukar rupiah menguat 0,37% ke Rp17.818 terhadap dolar Amerika Serikat, menjadikannya mata uang paling unggul di kawasan emerging market Asia Pasifik. Pasar saham juga bereaksi positif, dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 1,56%.

Tags: Aida BudimanBI RateDestry DamayantiDNDFihsgRDG BI September 2026strategi stabilisasi rupiah BI
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Nilai Tukar Rupiah Menguat ke Rp17.908 per Dolar AS di Awal Pasar
Ekonomi

Rupiah Menguat Berkat Intervensi BI Jelang Keputusan RDG

...

Read moreDetails
Rebound IHSG Pascapergantian Menteri Keuangan Dinilai Belum Solid

Rebound IHSG Pascapergantian Menteri Keuangan Dinilai Belum Solid

Pasar modal. Ini Kata BEI Soal Aplikasi Bid & Ask yang Dikritik Mirip Judi Online

Pasar Modal Agustus 2026 Menguat, Investor Tembus 31,14 Juta

Berapa Harta Kekayaan Tiga Pimpinan Baru Bank Indonesia?

Berapa Harta Kekayaan Tiga Pimpinan Baru Bank Indonesia?

Proyeksi Inflasi 2026 Capai 3,13%, El Nino Godzilla Jadi Risiko Terbesar

Proyeksi Inflasi 2026 Capai 3,13%, El Nino Godzilla Jadi Risiko Terbesar

Serambi 2025 Layanan penukaran uang rupiah untuk idulfitri

BI Rate Agustus 2026 Ditahan 5,75%, Bank Indonesia Buka Peluang Kenaikan ke 6,25% Akhir Tahun

Next Post
Plt Gubernur Riau Minta ASN Bekerja Ekstra Tahun Ini “Jangan Ada yang Santai"

Riau Perluas Basis Penerimaan demi Optimalkan Pendapatan Daerah

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.