• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 29, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

BI Andalkan Ekspor dan Stabilitas Hadapi Tekanan Dana Asing

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
29 Oktober 2026
BI Andalkan Ekspor dan Stabilitas Hadapi Tekanan Dana Asing

Foto: Ilustrasi / Bertuahpos.

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM — Bank Indonesia (BI) mengandalkan penguatan ekspor dan stabilitas nilai tukar untuk menghadapi tekanan dana asing terhadap rupiah.

Gubernur BI Destry Damayanti menilai minimnya arus dana asing membuat pasokan dolar menipis di tengah permintaan yang tinggi.

“Tentunya ini kan akan merambah ke negara-negara lain, termasuk negara berkembang yang selama ini kita banyak mendapatkan inflow juga dari negara-negara maju,” kata Destry dalam wawancaranya di Metro TV, dikutip Kamis, 28 Oktober 2026.

Destry menjelaskan kondisi global dengan imbal hasil tinggi dan potensi kenaikan Fed Fund Rate membuat perekonomian dunia memasuki era lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama.

Dampaknya, arus dana asing ke Indonesia terbatas dan pasokan dolar minim.

“Jadi kalau suplai sudah terbatas, sementara kita punya permintaan-nya kan tinggi, harga minyaknya naik, berarti kan kita harus punya kebutuhan untuk biaya kebutuhan dolar juga lebih tinggi,” ujarnya.

Otoritas moneter berusaha menyamakan pergerakan rupiah dengan pergerakan mata uang lain di emerging market secara keseluruhan.

Destry juga menyoroti perlunya peningkatan ekspor untuk menambah devisa yang masuk ke Indonesia.

“Makanya mungkin berbagai upaya yang dilakukan oleh pemerintah, termasuk bagaimana lebih memperhatikan, memfokuskan ekspor itu agar tidak terjadi transfer pricing atau under invoice, itu saya rasa hal yang positif ya,” katanya.

Destry memaparkan masih banyak potensi ekspor yang tidak tergarap dan menjadi pekerjaan rumah pemerintah ke depan.

Dia menegaskan BI berperan memperkuat stabilitas di tengah sentimen global dan guncangan domestik.

“Nah, ini yang terus kita, terus terang memang kita berusaha untuk meningkatkan juga untuk memonitor, benarkah ini ada yang mendasarinya? Karena kita benar-benar ingin meningkatkan tata kelola dari supply demand valas di domestik,” kata Destry.

Destry mengingatkan pentingnya menjaga volatilitas minimal agar dunia usaha mendapat kepastian arah gerak rupiah.

“Bahwa kalau ada timing menguat dia pasti akan tetap menguat, tapi kalau lagi ada tekanan yang tinggi, ada sentimen dan sebagainya, dia akan melemah. Jadi dia bergerak di koridor seperti itu,” pungkasnya.

Sebagai informasi, rupiah menutup perdagangan Rabu, 28 Oktober 2026 melemah 0,17% di level Rp18.183/US$.

Posisi itu menjadi yang terlemah sepanjang sejarah setelah sempat menyentuh ATL di Rp18.188/US$ pada siang hari.

Pelemahan rupiah diperparah aksi penjualan di pasar obligasi. Kenaikan imbal hasil terjadi di semua tenor, dengan tenor 3 tahun naik 13,6 bps menjadi 7,26% dan tenor 12 tahun naik 10,8 bps menjadi 7,59%, sementara tenor acuan 10 tahun naik 5,9 bps menjadi 7,61%.*

Tags: bank Indonesiadana asing tekan rupiahDestry Damayantidevisaekspor Indonesiaemerging marketFed Fund Rateimbal hasilpasar obligasistabilitas rupiahtata kelola valasvolatilitas nilai tukar
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Prabowo Tantang MSCI, IHSG Sempat Anjlok hingga 11,6%
Ekonomi

Prabowo Tantang MSCI, IHSG Sempat Anjlok hingga 11,6%

...

Read moreDetails
Ekonomi syariah

Ekonomi Syariah Indonesia Bidik Posisi 3 Besar Dunia

Insentif Hedging Hadir di Tengah Dilema Bank Indonesia

Insentif Hedging Hadir di Tengah Dilema Bank Indonesia

Tensi AS-Iran Memanas, Rupiah Terkoreksi Tajam Dekati Level Rp17.000

Mengapa BI Turunkan Batas Beli Dolar AS?

Bank Indonesia Bongkar Modus Penipuan Digital Berkedok Bank dan Kurir

Bank Indonesia Bongkar Modus Penipuan Digital Berkedok Bank dan Kurir

BI Ingatkan Kemudahan Transaksi Keuangan Perlu Diimbangi dengan Perlindungan Konsumen

BI Ingatkan Kemudahan Transaksi Keuangan Perlu Diimbangi dengan Perlindungan Konsumen

Next Post
Anak Muda dan Pekerja Swasta Dominasi Pasar Saham Riau. Dari Pegawai hingga Pelajar, Ini Profil Investor Pasar Modal di Riau

Dari Pegawai hingga Pelajar, Ini Profil Investor Pasar Modal di Riau

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.