BERTUAHPOS.COM — Investor pasar modal di Riau berasal dari berbagai latar belakang pekerjaan. Namun, pegawai swasta dan kelompok usia muda menempati porsi terbesar.
Dari 197.107 investor yang dirinci berdasarkan pekerjaan, sebanyak 71.287 orang merupakan pegawai swasta, sedangkan kelompok berusia 18–25 tahun tercatat sebanyak 72.448 orang berdasarkan pengelompokan usia.
“Komposisi ini memperlihatkan partisipasi pasar modal yang tidak hanya melibatkan pekerja profesional dan pengusaha, tetapi juga pelajar, ibu rumah tangga, tenaga pendidik, hingga pensiunan,” kata Kepala Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Riau, Emon Sulaeman, Kamis, 29 Oktober 2026.
Dia merincikan pegawai swasta menjadi kelompok pekerjaan terbesar dengan 71.287 investor atau 36,17 persen dari total data. Posisi tersebut menunjukkan besarnya kontribusi kelompok pekerja swasta dalam komposisi investor yang tercatat.
Sementara itu, kelompok pelajar menempati posisi berikutnya dengan 37.858 investor. Emon menyebut keterlibatan kelompok ini sebagai bagian dari perkembangan profil investor. “Para pelajar mulai mengenal saham sejak dini, bahkan sebelum punya penghasilan tetap. Mereka belajar mengelola uang saku dan menanamkannya untuk masa depan,” kata Emon.
Di luar pegawai swasta dan pelajar, kategori lain-lain mencatat 34.532 investor atau 17,52 persen. Kelompok ini mencakup beragam pekerjaan yang tidak dimasukkan ke dalam kategori utama. “Sementara itu, pengusaha memiliki 32.545 investor atau 16,51 persen, memperlihatkan bahwa pelaku usaha juga menjadi bagian penting dari basis investor pasar modal,” tambahnya.
Lalu, kelompok pekerjaan lainnya memiliki jumlah lebih kecil. Pegawai negeri tercatat sebanyak 7.511 investor, sedangkan ibu rumah tangga mencapai 7.499 investor. Keduanya masing-masing dicantumkan memiliki porsi 3,80 persen.
Adapun guru dan dosen berjumlah 3.392 investor atau 1,72 persen, sedangkan anggota TNI dan Polri tercatat 1.434 investor atau 0,73 persen.
Sedangkan pada kelompok pensiunan menjadi kategori dengan jumlah paling sedikit, yakni 1.049 investor atau 0,53 persen. “Meski demikian, keberadaan kelompok ini memperlihatkan bahwa pasar modal juga diikuti masyarakat yang telah memasuki masa pensiun, di samping pekerja aktif dan kelompok usia yang lebih muda,” kata Emon.
Dari sisi usia, kelompok 18–25 tahun mencatat 72.448 investor atau 36,75 persen. Kelompok usia 26–30 tahun menyusul dengan 49.971 investor atau 25,35 persen. Jika digabung, kedua kelompok tersebut mencakup sekitar 62,1 persen dari total investor dalam rincian usia yang disediakan.
Investor berusia 31–40 tahun berjumlah 45.998 orang atau 23,34 persen, sedangkan kelompok berusia 40 tahun ke atas tercatat 28.690 orang. Data mencantumkan proporsi 14,55 persen untuk kelompok terakhir.
“Dari sisi usia, investor muda mendominasi. Kelompok usia 18-25 tahun berjumlah 72.448 orang atau 36,75 persen. Angka ini sejalan dengan banyaknya pelajar dan pegawai swasta yang baru memulai karier. Generasi muda terbukti paling cepat melek investasi,” ujarnya.*









