• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Minggu, Oktober 18, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Ekonomi Syariah Indonesia Bidik Posisi 3 Besar Dunia

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
16 Oktober 2026
Ekonomi syariah
120
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM — Bank Indonesia (BI) mendorong penguatan ekonomi syariah Indonesia untuk meningkatkan daya saing dan memperbaiki posisi dalam peta industri halal global. Meski menempati peringkat keempat dunia dalam laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE) 2025/2026, Indonesia masih memiliki ruang untuk memperbesar peran di tengah persaingan dengan negara lain.

Gubernur BI Destry Damayanti mengatakan Indonesia berada di bawah Malaysia, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi dalam pemeringkatan tersebut. Namun, Indonesia berhasil menempati peringkat pertama dunia pada sektor modest fashion atau busana muslim yang mengedepankan kesopanan.

“Jadi dalam laporan State of the Global Islamic Economy di tahun 2025-2026, Indonesia berada di posisi empat dunia, tapi apakah ini kita puas? Insyaallah tidak, karena kita sebagai negara muslim terbesar,” ujar Destry saat membuka Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-13 2026 di Jakarta, Rabu, 14 Oktober 2026.

Menurut Destry, jumlah penduduk muslim terbesar di dunia menjadi salah satu potensi yang dapat mendukung pengembangan ekonomi syariah Indonesia. Potensi tersebut perlu diikuti penguatan ekosistem, kolaborasi antarpemangku kepentingan, dan transformasi digital agar mampu menghasilkan pertumbuhan yang berkelanjutan.

Persaingan juga berkembang di kawasan Asia Tenggara. Destry menyoroti Filipina dan Thailand yang semakin agresif mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah, terutama sektor keuangan.

“Jadi setelah Malaysia, sekarang kita akan melihat Filipina dan Thailand. Jadi dua negara ini, ini sekarang mereka mengembangkan ekonomi keuangan syariahnya, khususnya di keuangan syariahnya secara cukup agresif,” kata Destry.

Perkembangan tersebut menjadi tantangan bagi Indonesia untuk memperkuat fondasi industri syariah yang telah terbentuk. BI menilai sinergi antarpemangku kepentingan dan pemanfaatan teknologi digital diperlukan agar Indonesia mampu mempertahankan daya saing di tingkat regional sekaligus meningkatkan posisinya di pasar global.

Destry juga menekankan bahwa pasar ekonomi syariah tidak terbatas pada negara dengan mayoritas penduduk muslim. Prinsip inklusivitas, keadilan dalam distribusi manfaat pembangunan, dan keberlanjutan lingkungan dinilai relevan bagi berbagai kalangan, termasuk di negara dengan populasi muslim yang relatif kecil.

Nilai-nilai tersebut juga dapat diterapkan dalam pengembangan model bisnis konvensional. Dengan cakupan penerapan yang lebih luas, ekonomi syariah berpeluang berkembang sebagai bagian dari sistem ekonomi yang mendorong akses keuangan dan manfaat pembangunan secara lebih merata.

BI mendorong penguatan kolaborasi melalui penyelenggaraan ISEF sebagai wadah pengembangan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah nasional. Melalui sinergi tersebut, BI ingin mempercepat pertumbuhan sektor syariah sekaligus meningkatkan kemampuan Indonesia menghadapi persaingan industri halal dunia.

Tags: bank IndonesiaDestry Damayantiekonomi syariahindustri halalISEF 2026keuangan syariahmodest fashionSGIE 2025/2026
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Pemerintah Perpanjang Masa Transisi Sertifikasi Halal hingga 2028
Ekonomi

Pemerintah Perpanjang Masa Transisi Sertifikasi Halal hingga 2028

...

Read moreDetails
Insentif Hedging Hadir di Tengah Dilema Bank Indonesia

Insentif Hedging Hadir di Tengah Dilema Bank Indonesia

Tensi AS-Iran Memanas, Rupiah Terkoreksi Tajam Dekati Level Rp17.000

Mengapa BI Turunkan Batas Beli Dolar AS?

Bank Indonesia Bongkar Modus Penipuan Digital Berkedok Bank dan Kurir

Bank Indonesia Bongkar Modus Penipuan Digital Berkedok Bank dan Kurir

BI Ingatkan Kemudahan Transaksi Keuangan Perlu Diimbangi dengan Perlindungan Konsumen

BI Ingatkan Kemudahan Transaksi Keuangan Perlu Diimbangi dengan Perlindungan Konsumen

Rupiah Tertekan Harga Minyak dan Ketidakpastian The Fed

BI Tinggalkan Strategi Suku Bunga, Andalkan Insentif Valas untuk Jaga Rupiah

Next Post
Honda Activa 110, Punya Fitur Anti Maling dan Answer Back, Segini Harganya!

Honda Activa 110, Punya Fitur Anti Maling dan Answer Back, Segini Harganya!

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.