• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Senin, Oktober 5, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Insentif Hedging Hadir di Tengah Dilema Bank Indonesia

Insentif hedging BI dorong dana asing masuk capai US$7 miliar sejak September 2026, strategi jaga rupiah tanpa naikkan BI-Rate.

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
5 Oktober 2026
Insentif Hedging Hadir di Tengah Dilema Bank Indonesia

Gubernur BI Destry Damayanti | Foto grafis: Bertuahpos

100
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM — Bank Indonesia (BI) mencatat arus modal asing yang memanfaatkan insentif pengurangan biaya lindung nilai atau hedging telah mencapai sekitar US$7 miliar sejak kebijakan tersebut diberlakukan pada September 2026.

Insentif ini menjadi strategi BI untuk menjaga stabilitas rupiah tanpa harus menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate, kata Gubernur BI Destry Damayanti.

Kebijakan ini lahir dari dilema yang dihadapi bank sentral antara menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Sesuai mandat dalam Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK), BI juga dituntut menciptakan iklim ekonomi yang kondusif bagi sektor riil dan penciptaan lapangan kerja.

Untuk menjawab dilema tersebut, BI membagi fokus kebijakannya menjadi dua jalur. Kebijakan moneter diarahkan untuk menjaga stabilitas, sementara kebijakan makroprudensial dioptimalkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Destry menegaskan, BI tidak menaikkan BI-Rate meski menghadapi tekanan dari kondisi suku bunga global. Sebagai gantinya, bank sentral menempuh inovasi kebijakan berupa pengurangan biaya hedging bagi investor asing yang masuk ke Indonesia.

“Kami memberikan sesuatu dalam bentuk insentif untuk hedging, biaya hedging kalau asing masuk ke sini, capital inflow masuk, kita berikan insentif dalam bentuk pengurangan biaya hedging-nya,” jelas Destry.

Hasil dari kebijakan tersebut mulai terlihat sejak sebulan pelaksanaannya. “Inflow yang memanfaatkan hedging cost kita ini sudah mencapai sekitar USU7 miliar,” katanya.

Menurut Destry, kebijakan pengurangan biaya hedging ini membantu menjaga stabilitas rupiah sekaligus memperkuat cadangan devisa tanpa harus mengerek BI-Rate.

Langkah ini menjadi salah satu bukti bahwa instrumen kebijakan di luar suku bunga tetap dapat diandalkan untuk mengelola arus modal asing.

Di sisi lain, kebijakan makroprudensial BI diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sektor-sektor strategis, salah satunya perumahan.

Destry menyebut sektor perumahan memiliki forward and backward linkage yang tinggi, karena pembangunan rumah tidak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga menggerakkan warung, transportasi, perdagangan bahan bangunan, serta berbagai aktivitas ekonomi pendukung lainnya.

“Jadi interlinkage-nya itu menjadi sangat tinggi,” tambahnya.

“Nah, ini makanya dengan apa yang tadi kita capai, saya rasa ini menjadi hal yang sangat positif karena apa yang kami keluarkan ternyata memberikan dampak nyata di sektor riil, pertumbuhan sektor perumahan, dan juga tentunya untuk penciptaan lapangan kerja yang lebih besar,” pungkas Destry.

Tags: BI Ratecadangan devisacapital inflowDestry Damayantiinsentif hedging BIkebijakan makroprudensial\sektor perumahanstabilitas rupiah
Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Rupiah Tertekan Harga Minyak dan Ketidakpastian The Fed
Ekonomi

BI Tinggalkan Strategi Suku Bunga, Andalkan Insentif Valas untuk Jaga Rupiah

...

Read moreDetails
Nilai Tukar Rupiah Menguat ke Rp17.908 per Dolar AS di Awal Pasar

Rupiah Menguat Berkat Intervensi BI Jelang Keputusan RDG

Rupiah Tertekan Harga Minyak dan Ketidakpastian The Fed

Rupiah Melemah ke Rp17.791 Imbas Tensi Timur Tengah, Ini Upaya BI

Berapa Harta Kekayaan Tiga Pimpinan Baru Bank Indonesia?

Berapa Harta Kekayaan Tiga Pimpinan Baru Bank Indonesia?

Proyeksi Inflasi 2026 Capai 3,13%, El Nino Godzilla Jadi Risiko Terbesar

Proyeksi Inflasi 2026 Capai 3,13%, El Nino Godzilla Jadi Risiko Terbesar

Serambi 2025 Layanan penukaran uang rupiah untuk idulfitri

BI Rate Agustus 2026 Ditahan 5,75%, Bank Indonesia Buka Peluang Kenaikan ke 6,25% Akhir Tahun

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.