BERTUAHPOS.COM — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dibuka menguat pada perdagangan Rabu pagi, 23 September 2026, didukung intervensi yang dilakukan Bank Indonesia (BI).
Mengutip data Bloomberg pukul 09.11 WIB, rupiah diperdagangkan pada level Rp17.844 per dolar AS, menguat 40 poin atau 0,22% dibandingkan penutupan Selasa kemarin di level Rp17.884 per dolar AS.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan penguatan kurs rupiah pagi ini merupakan dampak dari intervensi BI yang telah diantisipasi pasar dalam beberapa hari terakhir.
“Rupiah memang berpeluang menguat oleh intervensi yang telah diantisipasi beberapa hari terakhir,” kata Lukman, dikutip dari IpotNews.
Meski demikian, Lukman menilai kurs rupiah masih akan berkonsolidasi terhadap dolar AS menjelang keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI sore ini terkait suku bunga acuan.
“Range Rp17.800 – Rp17.950 per dolar AS hari ini, dengan prediksi BI masih tetap mempertahankan suku bunga acuan walau sewajarnya menaikkan,” ujarnya.
Bank Indonesia (BI), diproyeksikan bakal mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate di level 5,75% pada RDG September 2026.
Meski demikian, ruang penyesuaian naik tetap terbuka apabila eskalasi tekanan eksternal terus memburuk hingga penghujung tahun.
Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) menilai keputusan menahan suku bunga acuan merupakan opsi paling proporsional di tengah naiknya laju inflasi domestik dan gejolak risiko pasar global.
“Bank Indonesia sebaiknya mempertahankan suku bunga acuannya di 5,75 persen pada Rapat Dewan Gubernur September 2026 mendatang, dengan kenaikan lebih lanjut tetap menjadi opsi pada akhir tahun apabila kondisi eksternal memburuk,” tulis LPEM FEB UI dalam riset kajian RDG BI September 2026.
Proyeksi tersebut menyikapi pergerakan inflasi nasional yang merangkak naik ke level 3,19% secara tahunan (year-on-year/YoY) pada Agustus 2026, dari posisi 2,88% pada Juli 2026.
Meski merambat naik, angka tersebut dinilai masih aman berada dalam koridor target BI di rentang 1,5-3,5%.







