Produksi Emas Turun, Anak Usaha Tambang Bakrie Rugi Rp 76 Miliar

Rabu, 17 April 2013 21:07

PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) mencatat rugi bersih senilai US$ 7,9 juta (Rp 76 miliar) di triwulan I-2013. Padahal di periode yang sama tahun lalu, salah satu usaha Grup Bakrie ini masih catat laba US$ 62,87 juta (Rp 597 juta).

Kerugian ini terjadi akibat anjloknya kontribusi dari PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) yang sebelumnya memberikan laba US$ 2,188 juta tahun lalu, kini menyumbang rugi US$ 3,779 juta di akhir Maret 2013.

“Penurunan dikarenakan oleh pengembangan fase 6 yang tengah berlangsung di lokasi tambang Batu Hijau. Hal ini menyebabkan penurunan produksi tembaga dan emas yang bersifat sementara,” kata Investor Relations BRMS Herwin W. Hidayat dalam siaran pers, Rabu (1/5/2013).

Ia menambahkan, tambang Batu Hijau itu diharapkan dapat segera meningkatkan produksinya setelah diselesaikannya pengembangan di fase 6 tersebut.

Baca: Harga Sembako Di Pekanbaru Belum Stabil

Atas turunnya produksi tersebut, maka omzet alias pendapatan perseroan pun ikut turun, menjadi US$ 6,32 juta di tiga bulan pertama tahun ini dibandingkan US$ 7,03 juta di tahun sebelumnya.

BRMS adalah perusahaan tambang mineral yang tercatat di Bursa Efek Indonesia yang juga anak usaha dari PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Melalui beberapa anak perusahaannya, BRMS mengoperasikan 18% kepemilikan di NNT, 80% kepemilikan di Dairi Prima Mineral, dan 80% kepemilikan di Gorontalo Minerals.