Kabaharkam Polri: Info dari Pak Ahok Rp26 T Kerugian Negara Berkurang

Rabu, 26 Agustus 2020 10:45
Kabaharkam Polri: Info dari Pak Ahok Rp26 T Kerugian Negara Berkurang

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol Drs Agus Andrianto SH MH mengatakan soal kasus pencurian minyak mentah di Riau semakin berkurang.

Hal ini diungkapkannya saat melakukan kunjungan ke Pekanbaru pada Selasa, 25 Agustus 2020. “Laporan Pak Kapolda Riau, masalah pencurian minyak di sini dapat diatasi dengan baik,” ungkapnya dalam keterangan resmi.

Advertisement

Dia kemudian menyampaikan informasi yang diterimannya dari Komisaris Utama PT Pertaminan Basuki Tjahja Purnama (Ahok) kerugian negara juga berkurang. “Informasi yang diperoleh dari Pak Ahok bahwa Rp26 triliun uang kerugian negara mulai berkurang,” sambungnya.

Komjen Pol Drs Agus Andrianto SH MH melakukan supervisi program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di PT. Chevron Pasifik Indonesia (CPI), di Kecamatan Rumbai, Pekanbaru-Riau.

Baca: Pengamat Beberkan Manfaat Asuransi Pertanian

Pada kesempatan tersebut Kabaharkam Polri bersama rombongan yakni Kakorsabhara, Kakorpolairud, Kakorbinmas, Dirsamapta Korsabhara, Dirpamobvid Korsabhara Polri melaksanakan kegiatan supervisi bersama SKK Migas Sumatera Bagian Utara yang mana turut hadir Manajemen PT CPI, GM Corporate Affairs Asset, Manager Security Operations serta Chief Health & Medical.

Jenderal Polisi bintang tiga yang juga mengemban amanat sebagai Kaopspus Aman Nusa II-Penanganan COVID-19 tersebut berharap, keberhasilan dalam menangani masalah pencurian minyak ini bisa mendongkrak Pendapatan Negara yang sebagian besar didapat dari sektor Migas.

Komjen Agus juga berharap keberhasilan tersebut akan dapat memperlancar upaya Provinsi Riau yang memiliki tugas berat dalam menopang ekonomi negara (karena masuk enam besar provinsi penyumbang pemasukan dana negara) di Indonesia.

“Saya berharap ekonomi masyakarat di Provinsi Riau ini bisa dipertahankan, dan upayakan bisa ditingkatkan lagi,PT. CPI dapat mengambil peran aktif dengan memanfaatkan belanja modal barang dari pembuatan dalam negeri,” ungkapnya. (bpc2)