Harga Emas Antam Meroket, Sentuh Rp924 Ribu Per Gram

Kamis, 26 Maret 2020 10:15

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU—Harga jual emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam berada di posisi Rp924 ribu per gram pada Kamis (26/3) atau naik Rp5.000 dari Rp919 ribu per gram pada Selasa (24/3) pagi. Sementara harga pembelian kembali (buyback) hanya naik Rp1.000 dari Rp836 ribu menjadi Rp837 ribu per gram pada hari ini.

Berdasarkan data Antam, harga jual emas berukuran 0,5 gram senilai Rp486,5 ribu, 2 gram Rp1,79 juta, 3 gram Rp2,67 juta, 5 gram Rp4,44 juta, 10 gram Rp8,81 juta, 25 gram Rp21,93 juta, dan 50 gram Rp43,78 juta. Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp87,5 juta, 250 gram Rp218,5 juta, 500 gram Rp436,8 juta, dan 1 kilogram Rp873,6 juta.

Harga jual emas tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45% bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9%.

Sementara harga emas di perdagangan internasional berdasarkan acuan pasar Commodity Exchange COMEX berada di posisi US$1.631,1 per troy ons atau melemah 0,2 persen. Begitu pula harga emas di perdagangan spot anjlok 0,7% ke US$1.605,51 per troy ons pada pagi ini.

Baca: Bupati Rohil Kembali Keluhkan Masalah Anggaran Dana

Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan pergerakan harga emas di pasar internasional masih dipengaruhi oleh sentimen stimulus ekonomi dari berbagai negara, khususnya Amerika Serikat.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya menjanjikan bakal menggelontorkan anggaran mencapai US$2 triliun untuk mengatasi tekanan ekonomi di Negeri Paman Sam akibat penyebaran pandemi virus corona atau Covid-19.

Namun, kepastian stimulus ini masih menunggu Kongres AS. Bila disetujui, ia memastikan harga saham dan emas akan menguat.

“Sebelum persetujuan keluar, harga emas bisa tertekan ke kisaran US$1.585 per troy ons. Tapi setelah persetujuan, harga emas berpotensi menguat ke area US$1.660 per troy ons,” kata Ariston kepada.

Di sisi lain, ia mengatakan pelaku pasar keuangan juga masih dibayangi kekhawatiran penyebaran virus corona. Apalagi, sejumlah lembaga ekonomi internasional memperkirakan corona akan menekan pertumbuhan ekonomi dunia dan sejumlah negara. (bpc3)

Sumber: CNNIndonesia.com