• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 30, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Badai Timur Tengah Hantam Mata Uang Asia, Won Terkapar, Rupiah Intip Level 17.000

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
23 Maret 2026
Badai Timur Tengah Hantam Mata Uang Asia, Won Terkapar, Rupiah Intip Level 17.000

Sumber data: Hasil survei Reuters posisi dolar AS terhadap masing-masing mata uang Asia

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS – Eskalasi konflik di Timur Tengah mulai mengirimkan gelombang kejut ke pasar finansial Asia. Tekanan hebat pada sektor energi memicu lonjakan posisi short terhadap mayoritas mata uang kawasan, seiring kekhawatiran investor terhadap ancaman inflasi dan defisit neraca berjalan yang kian melebar.

Berdasarkan survei terbaru Reuters pada Senin, 23 Maret 2026, investor kini berbalik bearish terhadap hampir seluruh mata uang utama Asia. Won Korea Selatan dan Dolar Taiwan menjadi korban paling terdampak, dengan lonjakan posisi short ke level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir.

Guncangan ini dipicu oleh terhambatnya jalur distribusi minyak dan gas di Selat Hormuz yang mendorong harga minyak dunia melesat di atas USD100 per barel. Kondisi ini menjadi pukulan telak bagi negara-negara importir energi di Asia.

“Konflik kemungkinan tetap tinggi dalam beberapa pekan ke depan dengan harga Brent bertahan tinggi. Kondisi ini membuat mata uang seperti won, rupee, dan peso lebih rentan,” ungkap Jeff Ng, Kepala Strategi Makro Asia di SMBC, dalam analisisnya.

Won Korea Selatan dan Rupiah Dalam Tekanan Hebat

Di pasar spot, Won Korea Selatan mencatatkan sejarah kelam dengan menembus level 1.500 per dolar AS untuk pertama kalinya sejak 2009. Situasi ini memaksa otoritas setempat menghentikan sementara perdagangan saham guna menstabilkan pasar.

Kondisi serupa membayangi Indonesia. Sentimen negatif terhadap Rupiah terus meningkat hingga mendekati level psikologis Rp17.000 per dolar AS. Tekanan bertambah setelah lembaga pemeringkat internasional, Moody’s dan Fitch Ratings, mengubah prospek Indonesia menjadi negatif.

Merespons hal ini, Bank Indonesia (BI) memilih untuk mempertahankan suku bunga di level 4,75% sambil terus aktif melakukan intervensi di pasar valuta asing (valas). Gubernur BI, Perry Warjiyo, menegaskan bahwa pihaknya tengah menyiapkan amunisi baru untuk menjaga stabilitas mata uang Garuda.

“Bank sentral akan meluncurkan kebijakan baru terkait transaksi valuta asing guna mendukung rupiah,” tegas Perry Warjiyo.

Thailand Merosot, Malaysia dan Singapura Bertahan

Di Asia Tenggara, Baht Thailand harus rela jatuh ke level terendah sejak Mei 2024 akibat ketergantungan tinggi pada impor energi dan melambatnya sektor pariwisata. Sebaliknya, Ringgit Malaysia dan Dolar Singapura menunjukkan ketahanan yang lebih solid.

Malaysia diuntungkan oleh statusnya sebagai eksportir energi bersih, sementara Singapura didukung oleh kebijakan moneter yang ketat. Yuan China juga terpantau masih cukup tangguh berkat data ekonomi domestik yang solid di tengah badai global.

Kini, pasar terus memantau perkembangan di Selat Hormuz. Jika harga minyak mentah terus merangkak naik, bank-sentral di Asia diprediksi akan menunda pelonggaran kebijakan moneter demi menahan laju inflasi impor yang kian nyata.***(AI)

Tags: finansialkursMata Uang
Share4Tweet3Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Serambi 2025 Layanan penukaran uang rupiah untuk idulfitri
Ekonomi

BI Rate Agustus 2026 Ditahan 5,75%, Bank Indonesia Buka Peluang Kenaikan ke 6,25% Akhir Tahun

...

Read moreDetails
OJK Riau Edukasi 350 Siswa Demi Generasi Cakap Finansial

OJK Riau Edukasi 350 Siswa Demi Generasi Cakap Finansial

Kurs Rupiah Melemah ke Rp18.029, Yen Bertahan Pasca Intervensi

Kurs Rupiah Melemah ke Rp18.029, Yen Bertahan Pasca Intervensi

BRI Apresiasi Layanan Pensiunan Demi Jaga Loyalitas Nasabah

BRI Apresiasi Layanan Pensiunan Demi Jaga Loyalitas Nasabah

Dana TKD Riau Tersalur Rp9,39 Triliun, Turun 15,51 Persen

Dana TKD Riau Tersalur Rp9,39 Triliun, Turun 15,51 Persen

DJPb Catat Realisasi Pendapatan Daerah di Riau Melonjak hingga 31 Persen

DJPb Catat Realisasi Pendapatan Daerah di Riau Melonjak hingga 31 Persen

Next Post
Kenapa Harga Emas Dunia ‘Tidak Berkilau’ di Tengah Eskalasi Perang Timur Tengah? Ini Kata Para Analis

Cek Selengkapnya Harga Emas Pegadaian 23 Maret 2026

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.