BERTUAHPOS.COM — Nilai tukar rupiah hari ini, Senin, 13 Juli 2026, melemah ke Rp18.091 per dolar AS saat konflik Timur Tengah mendorong penguatan greenback. Sentimen inflasi dan suku bunga tinggi membebani mata uang emerging.
Berdasarkan data Bloomberg pukul 09.05 WIB di pasar spot, rupiah dibuka turun 26 poin atau 0,14% ke level tersebut. Indeks dolar AS terpantau menguat 0,18% ke posisi 101,131.
Pelemahan ini membalikkan reli penguatan 63 poin yang ditorehkan rupiah pada penutupan Jumat lalu di Rp18.065. Optimisme akhir pekan langsung terhapus oleh tekanan eksternal yang kembali membesar.
Eskalasi geopolitik di Timur Tengah memicu kekhawatiran inflasi global melalui lonjakan harga minyak mentah. Pelaku pasar kini mengantisipasi prospek kenaikan suku bunga yang lebih agresif dari bank sentral utama.
Mayoritas mata uang utama Asia dan Eropa ikut tertekan terhadap dolar AS. Yen Jepang, euro, dan poundsterling Inggris masing-masing melemah 0,1%, serupa dengan pelemahan yang dialami dolar Australia dan Selandia Baru.
Analis IG Tony Sycamore menyebut bahwa penguatan dolar AS merupakan respons langsung pasar terhadap reli harga minyak yang berlanjut hingga akhir pekan. “Tekanan inflasi dari sisi komoditas energi menjadi katalis utama di balik pergerakan tersebut,” ujarnya.









