BERTUAHPOS.COM — Stok minyak sawit (CPO) yang melimpah membayangi pergerakan harga kontrak berjangka minyak sawit mentah (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives, dengan proyeksi harga pekan ini berada di kisaran RM4.400 per ton hingga RM4.500 per ton.
Aksi ambil untung diperkirakan menjadi faktor penekan utama pasar, menyusul tingginya persediaan CPO nasional Malaysia.
pedagang senior minyak sawit di Interband Group of Companies, Jim Teh, menyebut produksi minyak sawit Malaysia yang kuat pada Agustus 2026 turut menjaga stok tetap tinggi, dengan volume produksi mencapai sekitar 2,8 juta ton.
“Kita punya banyak stok CPO; tidak ada kekurangan. Saya rasa para spekulan sindikat akan mengambil keuntungan,” katanya, dikutip dari Bernama, Senin, 14 September 2026.
Menurut Teh, permintaan fisik dari pembeli kemungkinan akan tetap terbatas karena keengganan membeli pada level harga tinggi saat ini.
Ia memperkirakan permintaan utama akan berasal dari China, India, Pakistan, negara-negara Timur Tengah, Uni Eropa, dan Amerika Serikat.
“Permintaan fisik dari para pembeli yang hanya membeli ketika ada kebutuhan mendesak mengingat harga yang tinggi,” jelasnya.
Data resmi Badan Minyak Sawit Malaysia (MPOB) memperkuat gambaran tersebut. Total stok minyak sawit Malaysia meningkat 196.590 ton, atau 7,48 persen, menjadi 2,82 juta ton pada Agustus 2026, naik dari 2,62 juta ton pada bulan sebelumnya.
Stok CPO turut melonjak 15,20 persen, atau 217.092 ton, menjadi 1,64 juta ton pada Agustus 2026 dari 1,42 juta ton pada Juli 2026. Sebaliknya, ekspor minyak sawit tercatat turun 7,50 persen menjadi 1,29 juta ton, dari 1,39 juta ton pada bulan sebelumnya.
Di sisi lain, David Ng, trader internal dari Iceberg X Sdn Bhd, memiliki pandangan berbeda dengan memperkirakan harga CPO akan tetap bullish dalam waktu dekat. Proyeksi ini didasarkan pada kekhawatiran yang terus berlanjut terkait kondisi cuaca buruk yang berpotensi memengaruhi produksi.
Pergerakan harga kontrak berjangka turut mencerminkan tekanan pasar pekan ini. Dibandingkan penutupan Jumat sebelumnya, kontrak September 2026 turun RM58 menjadi RM4.550 per ton, dan kontrak Oktober 2026 turun RM105 menjadi RM4.670 per ton.
Kontrak November 2026 melemah RM115 menjadi RM4.814 per ton, sementara kontrak Desember 2026 turun RM110 menjadi RM4.944 per ton. Kontrak Januari 2027 turun RM99 menjadi RM5.056 per ton, dan kontrak Februari 2027 turun tipis RM79 menjadi RM5.148 per ton.
Di tengah tekanan harga, volume perdagangan mingguan justru melonjak menjadi 875.237 lot dari 470.612 lot pada minggu sebelumnya, sedangkan open interest membaik menjadi 349.906 kontrak dari 334.025 kontrak.
Harga fisik CPO untuk kontrak September Selatan tercatat lebih rendah RM30 menjadi RM4.620 per ton.









