BERTUAHPOS.COM — Pasar Kodim di Jalan A. Yani, Pekanbaru, yang sejak lama dikenal sebagai pusat barang bekas bermerek, kini menghadapi penurunan kunjungan pembeli yang drastis.
Sejumlah kios penjual barang bekas terlihat tutup. Pedagang mengeluh sepi pembeli, khususnya di kurun wakti tahun 2026 ini.
Pantauan Bertuahpos.com di lokasi, Selasa, 13 Oktober 2026, rata-rata kios tampak tutup bahkan digembok, khususnya di kios sepatu dan tas bekas di lantai II bangunan itu.
Selain kios yang banyak tutup, para pengunjung juga terlihat sangat jauh berkurang. Hanya terlihat beberapa pengunjung yang tengah fokus melihat-lihat barang di kios yang masih buka.
Ito, seorang pedagang di Pasar Kodim, mengaku pembeli sudah sangat sepi sekarang. Menurutnya, penurunan jumlah pembeli boleh dikatakan di atas 50 persen.
“Penurunan jumlah pembeli boleh di katakan di atas 50%. Memang sepi kali sekarang,” katanya.
Meskipun kadang-kadang barang susah didapat, Ito mengatakan selalu ada saja stok tersedia. Namun, tingkat kunjungan pembeli pada tahun 2026 ini menurun drastis dari sebelumnya.
Ia tidak merinci angka pasti penurunan tersebut, tetapi sepinya pembeli sangat terasa.
Kios-kios yang biasanya ramai kini hanya dijaga oleh beberapa pedagang yang masih bertahan. Banyak kios yang memilih tutup karena tidak ada pembeli. Kondisi ini membuat Pasar Kodim terlihat lebih lengang dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Karena pengunjung sepi, para pedagang cenderung melakukan penyesuaian harga untuk saat ini. Langkah itu diambil sebagai respons terhadap melemahnya permintaan. Penyesuaian harga diharapkan dapat menarik minat pembeli yang terus menyusut.
Satria, seorang pengunjung di Pasar Kodim, mengakui bahwa pasar itu jauh lebih sepi dibanding tahun-tahun sebelumnya. Kalau dulu, ia biasa berburu pakaian dan sepatu bekas paling tidak sebulan sekali. “Sekarang sudah jarang. Kalau koleksi masih banyak yang bagus-bagus,” katanya.
Pasar Kodim yang terletak di Jalan A. Yani, Pekanbaru, sejak lama memang sudah dikenal dengan barang-barang bekas bermerek.
Namun, kondisi tahun 2026 menunjukkan perubahan perilaku belanja masyarakat. Barang bekas bermerek yang dulu menjadi buruan kini sepi peminat.
Penurunan kunjungan ini berdampak langsung pada pendapatan pedagang. Mereka yang masih bertahan berharap ada perbaikan situasi. Penyesuaian harga menjadi salah satu strategi bertahan di tengah sepinya pasar.








