• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, Oktober 3, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Kurs Rupiah Hari Ini Tertekan, Simak Penjelasannya

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
28 September 2026
Kurs Rupiah Hari Ini Tertekan, Simak Penjelasannya

Kurs Rupiah Hari Ini Tertekan | Foto grafis: Bertuahpos

130
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM — Kurs Rupiah membuka perdagangan Senin, 28 September 2026, dengan pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat. Data Bloomberg pada pukul 09.05 WIB menunjukkan nilai tukar rupiah di pasar spot berada di Rp17.940 per dolar AS, turun 37 poin atau 0,21 persen dari penutupan Jumat di level Rp17.903.

Tekanan terhadap mata uang rupiah terjadi ketika pasar global kembali mencermati posisi dolar AS yang masih berada dekat level tertinggi dalam dua bulan. Investor juga menunggu rilis data ekonomi Amerika Serikat untuk memperoleh petunjuk mengenai arah kebijakan moneter Federal Reserve.

Pada perdagangan sebelumnya, kurs rupiah justru menguat. Jumat, 25 September 2026, mata uang Indonesia tersebut mengakhiri perdagangan dengan kenaikan 13 poin atau 0,07 persen ke Rp17.903 per dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar AS sempat bergerak naik ke 101,15. Pada pukul yang menjadi acuan tersebut, dolar AS tercatat melemah 0,31 persen ke 100,97.

Perhatian pasar terhadap kebijakan The Fed meningkat setelah perangkat FedWatch milik CME Group memperlihatkan peluang 65 persen bahwa bank sentral Amerika Serikat akan menaikkan suku bunga pada pertemuan berikutnya di akhir Oktober 2026.

Ekspektasi tersebut muncul bersamaan dengan meningkatnya perhatian terhadap risiko inflasi. Ketegangan antara AS dan Iran disebut turut mendorong harga minyak, sehingga perkembangan pasar energi menjadi salah satu faktor yang diperhatikan investor.

Sim Moh Siong, ahli strategi valuta asing di OCBC, memperkirakan dolar AS dapat bergerak lebih tinggi apabila tekanan di pasar energi terus berlangsung.

“Mata uang AS bisa mengalami lonjakan berlebih dalam waktu dekat jika ketegangan pasar energi terus berlanjut dan risiko inflasi terus meningkat,” ujarnya.

Pergerakan mata uang global turut menunjukkan penguatan relatif dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama. Euro turun 0,1 persen ke US$1,1379, sementara poundsterling Inggris melemah 0,1 persen ke US$1,3232.

Kedua mata uang tersebut bergerak di sekitar level terendah dalam beberapa bulan terhadap dolar AS. Pergerakan itu berlangsung ketika pasar menanti data ekonomi AS yang dapat menjadi petunjuk tambahan bagi arah kebijakan bank sentral.

Tekanan juga terlihat pada yen Jepang. Mata uang tersebut turun 0,3 persen ke level 157,7 per dolar AS.

Di kawasan Pasifik, dolar Australia diperdagangkan pada US$0,7017 atau turun 0,07 persen. Sebaliknya, dolar Selandia Baru bergerak relatif stabil pada US$0,5661.

Perubahan nilai mata uang tersebut memperlihatkan bahwa perdagangan awal pekan berlangsung di tengah sejumlah perhatian pasar sekaligus, mulai dari kebijakan suku bunga AS hingga perkembangan harga minyak yang dipengaruhi ketegangan geopolitik.

Untuk rupiah, level Rp17.940 menjadi titik pembukaan perdagangan setelah mata uang tersebut sebelumnya mampu mencatat penguatan pada akhir pekan. Pelemahan 37 poin pada awal Senin mengembalikan kurs rupiah ke atas level Rp17.900 per dolar AS.

Pasar kini menunggu rilis data ekonomi Amerika Serikat. Informasi tersebut menjadi perhatian karena investor menggunakannya untuk mendapatkan gambaran mengenai arah kebijakan Federal Reserve pada pertemuan akhir Oktober.

Selain data ekonomi, pergerakan harga minyak juga menjadi perhatian. Ketegangan antara AS dan Iran disebut mendorong harga energi, sementara peningkatan risiko inflasi dapat memengaruhi ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga. 

Tags: dolar asekonomi globalekonomi IndonesiaFedWatchharga minyakKurs Rupiahnilai tukarPasar Valuta AsingRupiahRupiah terhadap Dolar ASsuku bunga ASthe fed
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Harga Emas Dunia Hadapi Ujian Berat — Analis Saxo Bank
Ekonomi

Harga Emas Dunia Hadapi Ujian Berat — Analis Saxo Bank

...

Read moreDetails
Batam Bisa Menjadi "Dubai Kecil" di Sumatera Lewat Investasi dan Kebijakan Terbuka 

Batam Bisa Menjadi “Dubai Kecil” di Sumatera Lewat Investasi dan Kebijakan Terbuka 

Harga Minyak dan Ekspektasi Suku Bunga The Fed Tekan Emas Dunia

Harga Minyak dan Ekspektasi Suku Bunga The Fed Tekan Emas Dunia

Foto grafis: Bertuahpos

OJK Buka Ruang Perluasan Dana Pensiun di Tengah Bonus Demografi

Rupiah Tertekan Harga Minyak dan Ketidakpastian The Fed

Utang Luar Negeri Indonesia Juli 2026 Naik 4,9%, Ini Rinciannya

Rebound IHSG Pascapergantian Menteri Keuangan Dinilai Belum Solid

Kredibilitas Fiskal Jadi PR Berat Suahasil, Analis Bidik soal Disiplin Fiskal

Next Post
Foto grafis: Bertuahpos

OJK Buka Ruang Perluasan Dana Pensiun di Tengah Bonus Demografi

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.