BERTUAHPOS.COM — Nilai tukar rupiah menguat 188 poin ke Rp17.921 dalam sepekan, berbalik dari tekanan awal pekan. Meredanya ancaman kenaikan suku bunga The Fed membuka ruang reli bagi mata uang Garuda.
Awal pekan dibuka dengan pelemahan 26 poin ke Rp18.091 pada Senin 13 Juli 2026, dan ditutup melemah 44 poin ke Rp18.109. Pada 14 Juli, rupiah kembali tertekan 15 poin ke Rp18.124, namun berbalik menguat 18 poin ke Rp18.091 saat penutupan.
Reli berlanjut pada 15 Juli, ketika rupiah dibuka menguat 24 poin ke Rp18.067. Mata uang lokal kembali menambah 23 poin ke Rp18.068 pada akhir sesi.
Pada 16 Juli, rupiah sempat dibuka melemah tipis 3 poin ke Rp18.071 sebelum rebound spektakuler. Rupiah menembus level psikologis dan ditutup menguat 82 poin ke Rp17.986.
Penguatan berlanjut pada 17 Juli 2026 dengan pembukaan naik 6 poin ke Rp17.980. Sesi terakhir pekan ini ditutup melesat 65 poin ke posisi Rp17.921.
Dikutip dari Investor.id, Direktur Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi memproyeksi tren positif ini tetap bisa bertahan. “Untuk perdagangan Senin, rupiah fluktuatif namun diperkirakan menguat di rentang Rp17.870–Rp17.930 per dolar AS,” ujarnya.
Ibrahim memperkirakan pergerakan sepekan ke depan berada di kisaran Rp17.750–Rp18.050. Sentimen konflik AS-Iran yang memicu harga minyak tetap membayangi, namun tekanan inflasi global mulai mereda.
Dengan dolar AS kehilangan momentum, investor kembali melirik aset emerging. Penguatan mingguan ini menjadi sinyal pemulihan kepercayaan terhadap pasar domestik.









