BERTUAHPOS.COM — India resmi meluncurkan kereta hidrogen pertama produksi domestik bernama NaMo Green Rail. Kendaraan ini menjadi tonggak ambisi India mencapai net-zero emission di sektor perkeretaapian pada 2030.
Perdana Menteri Narendra Modi meresmikan kereta tersebut di rute Jind–Sonipat sepanjang 90 kilometer di Haryana. “Ini tonggak penting bagi kemandirian dan pembangunan berkelanjutan India,” ujar Modi dilansir dari Aljazeera.
NaMo Green Rail terdiri dari 10 gerbong berkapasitas 2.600 penumpang dengan kecepatan maksimum 75 km/jam. Seluruh desain dan proses produksinya dikerjakan sepenuhnya oleh insinyur dalam negeri.
Hanya menghasilkan panas dan uap air, kereta hidrogen ini menjadi alternatif nol emisi yang menggantikan lokomotif diesel. India memang telah mengelektrifikasi hampir 70.000 kilometer jaringan rel, tetapi hidrogen tetap dibutuhkan untuk jalur yang belum teraliri listrik.
Dengan peluncuran ini, India bergabung bersama Jerman, Jepang, China, dan Amerika Serikat sebagai pengoperasi kereta hidrogen. Jerman menjadi pelopor komersial pertama pada 2022 yang mengoperasikan armada hidrogen secara reguler.
Modi dalam beberapa tahun terakhir mempercepat inisiatif energi bersih mulai dari pengembangan energi terbarukan hingga program nuklir. Target net-zero emisi di sektor kereta api pada 2030 menjadi pilar utama strategi dekarbonisasi nasional.
Meski masih menghadapi tantangan kebijakan iklim yang kompleks, peluncuran ini dinilai sebagai langkah konkret menuju transisi energi. India membuktikan komitmennya lewat inovasi domestik yang langsung beroperasi.
NaMo Green Rail akan melayani dua perjalanan pulang pergi setiap hari menghubungkan kawasan industri di Haryana. Pengoperasian kereta hidrogen ini mempertegas posisi India dalam persaingan teknologi transportasi bersih global.









