• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Selasa, Oktober 6, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Kredibilitas Fiskal Jadi PR Berat Suahasil, Analis Bidik soal Disiplin Fiskal

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
16 September 2026
Rebound IHSG Pascapergantian Menteri Keuangan Dinilai Belum Solid

Menteri Keuangan Suahasil Nazara | Foto grafis: Bertuahpos.

156
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM — Kursi Menteri Keuangan Indonesia kembali berpindah tangan untuk ketiga kalinya dalam dua tahun terakhir, setelah Suahasil Nazara dilantik menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa yang diberhentikan secara mendadak.

Pergantian ini terjadi tidak lama setelah Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengundurkan diri akhir Juli lalu, sehingga memunculkan sorotan terhadap seberapa besar kendali Presiden Prabowo atas kebijakan fiskal dan moneter Indonesia saat ini.

Suahasil dilantik hanya beberapa jam setelah Purbaya diberhentikan. Ia bukan sosok baru di Kementerian Keuangan, setelah menghabiskan tujuh tahun sebagai Wakil Menteri Keuangan dan memimpin Badan Kebijakan Fiskal pada 2015-2019.

Analis senior Asia di Economist Intelligence Unit (EIU), Qi Hang Tay, menilai latar belakang tersebut menjadi modal penting bagi Suahasil. “Dia adalah teknokrat yang sudah dikenal, memiliki pengalaman mendalam di Kementerian Keuangan serta hubungan erat dengan era Sri Mulyani,” katanya, seperti dikutip CNBC. Menurut Tay, rekam jejak internal itu mengurangi risiko transisi karena Suahasil telah memahami mekanisme penyusunan dan pelaksanaan anggaran.

Bagi investor, kehadiran seorang teknokrat yang sudah dikenal diharapkan dapat memulihkan kepercayaan pasar, setelah satu tahun penuh gejolak di bawah Purbaya yang ditandai penurunan prospek peringkat kredit dan pelemahan rupiah hingga titik terendah sepanjang sejarah tahun ini.

Ekonom senior Asia di Capital Economics, Gareth Leather, menyebut pengangkatan Suahasil sebagai “perkembangan yang menggembirakan”, namun menegaskan masih diperlukan lebih banyak bukti perbaikan kebijakan sebelum dapat disimpulkan Indonesia telah benar-benar “berbalik arah”.

Sepanjang tahun ini, perekonomian Indonesia tertekan oleh krisis energi akibat perang AS-Iran serta keterbatasan fiskal yang kian meningkat. Lonjakan biaya energi memperberat beban subsidi dan memaksa pemerintah memangkas sejumlah program unggulan, sementara IHSG anjlok lebih dari 25% dan rupiah sempat menyentuh rekor terendah pada Juni lalu.

Kendati demikian, pergeseran menuju disiplin fiskal dalam sebulan terakhir mulai menstabilkan sentimen pasar. Rupiah tercatat menguat ke level Rp17.680 per dolar AS pada Rabu, menurut laporan CNBC. Ekonom DBS Bank, Radhika Rao, memperkirakan rupiah akan bergerak dalam kisaran Rp17.600-Rp17.800 dalam jangka pendek, dengan kredibilitas fiskal menopang pasar obligasi sekaligus memperkuat mata uang.

Defisit fiskal Indonesia diperkirakan melebar menjadi 2,85% dari PDB pada 2026. Selama masa jabatan Purbaya, Fitch dan Moody’s menurunkan prospek peringkat kredit Indonesia akibat ketidakpastian kebijakan, meski pertumbuhan ekonomi justru mencatatkan level tertinggi dalam tiga tahun.

Leather menekankan pentingnya kejelasan arah kebijakan dari menteri baru. “Menteri Keuangan baru perlu lebih jelas mengenai prioritasnya dan memberikan sinyal yang lebih konsisten kepada investor terkait kebijakan fiskal,” katanya kepada CNBC. Ia menilai tanda-tanda awal cukup menggembirakan setelah Suahasil, dalam pernyataan pertamanya sebagai menteri, berjanji menjaga kredibilitas anggaran dan mempertahankan defisit di bawah 3% dari PDB.

Tay dari EIU menyoroti tantangan utama yang dihadapi Suahasil, yakni membiayai agenda pertumbuhan Prabowo yang mahal di tengah ruang fiskal yang semakin sempit. Ia memperkirakan kebijakan fiskal ke depan akan menjadi kurang ekspansif, dengan hubungan antara pemerintah dan Bank Indonesia yang lebih kooperatif.

Menurut Leather, pengangkatan Suahasil merupakan bagian dari rangkaian langkah yang mengindikasikan Indonesia perlahan beralih dari kebijakan yang lebih populis dan intervensionis, ciri khas yang selama ini mewarnai pemerintahan Prabowo.

Namun, tidak semua pihak memandang pengangkatan ini sebagai sinyal positif. Perombakan kepemimpinan ini terjadi di tengah kekhawatiran yang meningkat soal independensi bank sentral, mengingat keponakan Prabowo, Thomas Djiwandono, ditunjuk sebagai wakil gubernur Bank Indonesia pada Februari, tak lama sebelum Warjiyo mundur. Parlemen kemudian memilih Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti sebagai gubernur perempuan pertama Bank Indonesia pada 1 September lalu.

Senior fellow di Council on Foreign Relations, Joshua Kurlantzick, menyebut pengangkatan Suahasil sebagai sinyal lanjutan yang mengkhawatirkan terkait konsolidasi kekuatan ekonomi di tangan Prabowo, dengan menyoroti kekhawatirannya terhadap independensi Bank Indonesia.

Tay menyebut anggaran 2027 akan menjadi petunjuk awal apakah Suahasil mampu membawa perubahan nyata dalam kebijakan, khususnya melalui keputusan terkait belanja fiskal, asumsi penerimaan, dan defisit. Pemisahan yang lebih jelas antara kebijakan fiskal dan bank sentral juga akan menjadi sinyal penting, terutama jika pemerintah berhenti meminta Bank Indonesia mendukung pertumbuhan atau menanggung lebih banyak beban pembiayaan.

Tags: bank Indonesiaekonomi IndonesiaKebijakan Fiskalmenteri keuanganPurbaya Yudhi SadewaSuahasil Nazara
Share4Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Tensi AS-Iran Memanas, Rupiah Terkoreksi Tajam Dekati Level Rp17.000
Ekonomi

Mengapa BI Turunkan Batas Beli Dolar AS?

...

Read moreDetails
Batam Bisa Menjadi "Dubai Kecil" di Sumatera Lewat Investasi dan Kebijakan Terbuka 

Batam Bisa Menjadi “Dubai Kecil” di Sumatera Lewat Investasi dan Kebijakan Terbuka 

Foto grafis: Bertuahpos

OJK Buka Ruang Perluasan Dana Pensiun di Tengah Bonus Demografi

Kurs Rupiah Hari Ini Tertekan, Simak Penjelasannya

Kurs Rupiah Hari Ini Tertekan, Simak Penjelasannya

Bank Indonesia Bongkar Modus Penipuan Digital Berkedok Bank dan Kurir

Bank Indonesia Bongkar Modus Penipuan Digital Berkedok Bank dan Kurir

BI Ingatkan Kemudahan Transaksi Keuangan Perlu Diimbangi dengan Perlindungan Konsumen

BI Ingatkan Kemudahan Transaksi Keuangan Perlu Diimbangi dengan Perlindungan Konsumen

Next Post
Rupiah Tertekan Harga Minyak dan Ketidakpastian The Fed

Utang Luar Negeri Indonesia Juli 2026 Naik 4,9%, Ini Rinciannya

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.