BERTUAHPOS.COM — Kursi Menteri Keuangan Indonesia kembali berpindah tangan untuk ketiga kalinya dalam dua tahun terakhir, setelah Suahasil Nazara dilantik menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa yang diberhentikan secara mendadak.
Pergantian ini terjadi tidak lama setelah Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengundurkan diri akhir Juli lalu, sehingga memunculkan sorotan terhadap seberapa besar kendali Presiden Prabowo atas kebijakan fiskal dan moneter Indonesia saat ini.
Suahasil dilantik hanya beberapa jam setelah Purbaya diberhentikan. Ia bukan sosok baru di Kementerian Keuangan, setelah menghabiskan tujuh tahun sebagai Wakil Menteri Keuangan dan memimpin Badan Kebijakan Fiskal pada 2015-2019.
Analis senior Asia di Economist Intelligence Unit (EIU), Qi Hang Tay, menilai latar belakang tersebut menjadi modal penting bagi Suahasil. “Dia adalah teknokrat yang sudah dikenal, memiliki pengalaman mendalam di Kementerian Keuangan serta hubungan erat dengan era Sri Mulyani,” katanya, seperti dikutip CNBC. Menurut Tay, rekam jejak internal itu mengurangi risiko transisi karena Suahasil telah memahami mekanisme penyusunan dan pelaksanaan anggaran.
Bagi investor, kehadiran seorang teknokrat yang sudah dikenal diharapkan dapat memulihkan kepercayaan pasar, setelah satu tahun penuh gejolak di bawah Purbaya yang ditandai penurunan prospek peringkat kredit dan pelemahan rupiah hingga titik terendah sepanjang sejarah tahun ini.
Ekonom senior Asia di Capital Economics, Gareth Leather, menyebut pengangkatan Suahasil sebagai “perkembangan yang menggembirakan”, namun menegaskan masih diperlukan lebih banyak bukti perbaikan kebijakan sebelum dapat disimpulkan Indonesia telah benar-benar “berbalik arah”.
Sepanjang tahun ini, perekonomian Indonesia tertekan oleh krisis energi akibat perang AS-Iran serta keterbatasan fiskal yang kian meningkat. Lonjakan biaya energi memperberat beban subsidi dan memaksa pemerintah memangkas sejumlah program unggulan, sementara IHSG anjlok lebih dari 25% dan rupiah sempat menyentuh rekor terendah pada Juni lalu.
Kendati demikian, pergeseran menuju disiplin fiskal dalam sebulan terakhir mulai menstabilkan sentimen pasar. Rupiah tercatat menguat ke level Rp17.680 per dolar AS pada Rabu, menurut laporan CNBC. Ekonom DBS Bank, Radhika Rao, memperkirakan rupiah akan bergerak dalam kisaran Rp17.600-Rp17.800 dalam jangka pendek, dengan kredibilitas fiskal menopang pasar obligasi sekaligus memperkuat mata uang.
Defisit fiskal Indonesia diperkirakan melebar menjadi 2,85% dari PDB pada 2026. Selama masa jabatan Purbaya, Fitch dan Moody’s menurunkan prospek peringkat kredit Indonesia akibat ketidakpastian kebijakan, meski pertumbuhan ekonomi justru mencatatkan level tertinggi dalam tiga tahun.
Leather menekankan pentingnya kejelasan arah kebijakan dari menteri baru. “Menteri Keuangan baru perlu lebih jelas mengenai prioritasnya dan memberikan sinyal yang lebih konsisten kepada investor terkait kebijakan fiskal,” katanya kepada CNBC. Ia menilai tanda-tanda awal cukup menggembirakan setelah Suahasil, dalam pernyataan pertamanya sebagai menteri, berjanji menjaga kredibilitas anggaran dan mempertahankan defisit di bawah 3% dari PDB.
Tay dari EIU menyoroti tantangan utama yang dihadapi Suahasil, yakni membiayai agenda pertumbuhan Prabowo yang mahal di tengah ruang fiskal yang semakin sempit. Ia memperkirakan kebijakan fiskal ke depan akan menjadi kurang ekspansif, dengan hubungan antara pemerintah dan Bank Indonesia yang lebih kooperatif.
Menurut Leather, pengangkatan Suahasil merupakan bagian dari rangkaian langkah yang mengindikasikan Indonesia perlahan beralih dari kebijakan yang lebih populis dan intervensionis, ciri khas yang selama ini mewarnai pemerintahan Prabowo.
Namun, tidak semua pihak memandang pengangkatan ini sebagai sinyal positif. Perombakan kepemimpinan ini terjadi di tengah kekhawatiran yang meningkat soal independensi bank sentral, mengingat keponakan Prabowo, Thomas Djiwandono, ditunjuk sebagai wakil gubernur Bank Indonesia pada Februari, tak lama sebelum Warjiyo mundur. Parlemen kemudian memilih Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti sebagai gubernur perempuan pertama Bank Indonesia pada 1 September lalu.
Senior fellow di Council on Foreign Relations, Joshua Kurlantzick, menyebut pengangkatan Suahasil sebagai sinyal lanjutan yang mengkhawatirkan terkait konsolidasi kekuatan ekonomi di tangan Prabowo, dengan menyoroti kekhawatirannya terhadap independensi Bank Indonesia.
Tay menyebut anggaran 2027 akan menjadi petunjuk awal apakah Suahasil mampu membawa perubahan nyata dalam kebijakan, khususnya melalui keputusan terkait belanja fiskal, asumsi penerimaan, dan defisit. Pemisahan yang lebih jelas antara kebijakan fiskal dan bank sentral juga akan menjadi sinyal penting, terutama jika pemerintah berhenti meminta Bank Indonesia mendukung pertumbuhan atau menanggung lebih banyak beban pembiayaan.









