• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 23, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Dampak Karhutla Mengancam Investasi Properti hingga Awal 2027

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
23 Oktober 2026
Karhutla Hancurkan Hampir 300 Rumah, 1.000 Warga Mengungsi

Foto: Dok. Manggala Angni.

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM — Dampak karhutla terhadap dunia usaha memperlihatkan kesenjangan antara besarnya gangguan bisnis dan kesiapan menghadapi bencana.

Sektor real estat mencatat tingkat gangguan tertinggi akibat kebakaran hutan dan lahan serta kabut asap, dengan 21,4% responden melaporkan aktivitas usahanya terdampak.

Namun, sektor konstruksi justru menghadapi persoalan berbeda; sebanyak 58,2% pelaku usahanya mengaku belum siap menghadapi bencana alam yang ekstrem.

Temuan tersebut tercantum dalam laporan Kadin Business Pulse kuartal III 2026 yang dirilis Kadin Indonesia Institute. Director of Insights lembaga tersebut, Fakhrul Fulvian, dalam paparannya menjelaskan bahwa bencana sangat berdampak terhadap keputusan pembelian properti, investasi, serta kesiapan operasional pelaku usaha.

Menurut Fakhrul, karhutla dapat memengaruhi keputusan masyarakat untuk membeli rumah atau membangun bangunan. Gangguan lingkungan dan kabut asap menjadi salah satu faktor yang berpotensi menahan permintaan, sekaligus memengaruhi rencana pengembangan bisnis properti.

“Karhutla ternyata banyak berpengaruh di industri real estate. Ternyata karhutla ini memengaruhi keputusan orang untuk membeli rumah atau membangun bangunan,” ujar Fakhrul.

Dari sisi dampak usaha, real estat mencatat proporsi gangguan lebih tinggi dibandingkan sektor konstruksi yang mencapai 20,9%. Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan berada di posisi berikutnya dalam perbandingan tersebut, dengan persentase gangguan sebesar 18,8%.

Tekanan itu tidak berhenti pada aktivitas operasional. Data Kadin menunjukkan 16,0% pelaku usaha real estat yang terdampak bencana terpaksa menunda investasi atau ekspansi. Pada saat yang sama, 16,0% lainnya melaporkan penurunan penjualan atau permintaan pasar akibat kondisi lingkungan yang memburuk.

Fakhrul menegaskan bahwa sektor properti menjadi kelompok yang paling menonjol dalam hal tekanan terhadap sentimen investasi akibat bencana alam. Hal ini mengindikasikan bahwa dampak karhutla tidak hanya berkaitan dengan kerusakan lingkungan, tetapi juga dapat memengaruhi keputusan bisnis dan rencana pengembangan usaha.

“Kalau terkait dengan sentimen investasi, yang paling terdampak dari bencana alam sekarang itu adalah sektor real estate. Ini yang kita lihat paling tinggi,” katanya.

Meski menghadapi gangguan usaha yang relatif besar, sektor real estat justru mencatat tingkat kesiapan internal yang lebih baik dibandingkan sektor lain. Sebanyak 64,3% responden dari kalangan pengembang menyatakan cukup siap menghadapi gangguan bisnis akibat bencana alam atau cuaca ekstrem.

Kondisi itu berbanding terbalik dengan sektor konstruksi. Sebanyak 58,2% pelaku usaha konstruksi menyatakan belum siap menghadapi bencana alam ekstrem. Kesiapan yang lebih rendah ini menjadi perhatian karena kegiatan konstruksi di lapangan sangat dipengaruhi kondisi cuaca.

Fakhrul menjelaskan bahwa perbedaan tersebut kemungkinan berkaitan dengan karakteristik kegiatan masing-masing sektor. Real estat tercatat memiliki kesiapan internal lebih baik, sedangkan pekerjaan konstruksi yang dilakukan di luar ruangan lebih bergantung pada cuaca dan berpotensi menghadapi gangguan ketika kondisi alam memburuk.

“Sektor yang paling siap itu sektor real estate. Yang paling tidak siap justru sektor konstruksi. Ini kemungkinan karena memang aktivitas konstruksi, aktivitas outdoor itu sangat tergantung dengan cuaca,” jelasnya.

Tantangan mitigasi diperkirakan tetap relevan dalam beberapa bulan mendatang. Berdasarkan konteks yang disampaikan dalam laporan tersebut, fenomena iklim ekstrem diproyeksikan BMKG masih bertahan hingga awal 2027. Pelaku usaha pun membutuhkan dukungan yang dapat membantu mereka mengenali risiko dan mengantisipasi gangguan sebelum dampaknya meluas.

Sistem peringatan dini menjadi kebutuhan utama dalam survei tersebut. Sebanyak 22,4% responden menyebut sistem peringatan dini sebagai dukungan paling dibutuhkan untuk menghadapi bencana. Informasi yang tepat waktu dinilai penting agar perusahaan dapat menentukan langkah antisipasi secara lebih baik.

“Yang paling dibutuhkan itu, paling tinggi 22,4% adalah sistem peringatan dini. Kenapa? Ya karena tentunya kalau peringatan dininya tidak baik, kita agak sulit untuk mengantisipasi,” kata Fakhrul.

Selain peringatan dini, 18,6% responden mengharapkan perlindungan dan pemulihan infrastruktur, transportasi, serta jalur logistik. Dukungan tersebut berkaitan dengan kebutuhan menjaga kelancaran kegiatan usaha ketika bencana mengganggu fasilitas dan jaringan distribusi.

Sebanyak 16,4% responden lainnya mengharapkan bantuan pemerintah dalam bentuk pembiayaan, suntikan modal kerja, hingga fasilitas relaksasi. Hasil survei itu menunjukkan bahwa pelaku usaha membutuhkan kombinasi informasi risiko, dukungan infrastruktur, dan bantuan finansial untuk menghadapi gangguan akibat bencana.*

Tags: Bisnis propertiekonomi IndonesiaInvestasiKadin IndonesiaKarhutlakonstruksiMitigasi BencanaReal EstatSistem Peringatan Dini
Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Karhutla Meluas ke 17 Provinsi, Anggota Komisi IV DPR RI Desak Presiden Tetapkan Target Terukur
Nasional

Karhutla Meluas ke 17 Provinsi, Anggota Komisi IV DPR RI Desak Presiden Tetapkan Target Terukur

...

Read moreDetails
Sinyal Bahaya, Keuangan Rumah Tangga Tertekan, Risiko Gagal Bayar Pinjol Dekati Ambang 5%

Sinyal Bahaya, Keuangan Rumah Tangga Tertekan, Risiko Gagal Bayar Pinjol Dekati Ambang 5%

Ini Penjelasan Ahli Mengapa Karhutla di Lahan Gambut Sulit Dipadamkan

Ini Penjelasan Ahli Mengapa Karhutla di Lahan Gambut Sulit Dipadamkan

Stok Menipis, Pemprov Riau Minta Tambahan 850 Ribu Pcs Masker ke Pusat

Simak Protokol Pelindung Diri dari Kabut Asap Karhutla

Kelompok Rentan Diimbau Hindari Kabut Asap Karhutla

Kelompok Rentan Diimbau Hindari Kabut Asap Karhutla

3 Tol di Sumatra Terdampak Karhutla, Termasuk Tol Permai?

3 Tol di Sumatra Terdampak Karhutla, Termasuk Tol Permai?

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.