Kebakaran Kilang Minyak Balongan Karena Serangan Teroris? Cek Faktanya

Senin, 29 Maret 2021 11:13
Kebakaran Kilang Minyak Balongan Karena Serangan Teroris? Cek Faktanya

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Sebuah narasi beredar di media sosial twitter, yang menuliskan bahwa kebakaran di kilang minyak Pertamina Balongan, Indramayu, Jawa Barat disebabkan oleh serangan teroris.

Narasi ini diposting oleh akun @terror_alarm, Senin 29 Maret 2021 pukul 04.01 WIB pagi. Berikut narasi yang disebarkan akun @terror_alarm:

#BREAKING: Second terrorist attack in Indonesia:
A massive explosion and raging fire engulfed a Balongan oil refinery in the Indramayu region of Indonesia. Many people were wounded and killed.
#Indonesia

#BREAKING: Serangan kedua teroris di Indonesia:
Ledakan besar dan kebakaran hebat melanda kilang minyak Balongan di Indramayu, Indonesia. Banyak orang terluka dan terbunuh.
#Indonesia,” bunyi narasi @terror_alarm.

BACA JUGA:  Petugas Kembali Kontak Tembak dengan KKB, Dua Tewas

Baca: Said Didu: Jika Tak Bisa Memperbaiki BUMN, Jangan Merusak

Namun, benarkah kebakaran di kilang minyak Pertamina Balongan disebabkan serangan teroris?

SVP Corporate Communications & Investor Relations Pertamina, Agus Suprijanto melalui siaran pernya mengatakab penyebab kebakaran, masih belum bisa dipastikan.

“Penyebab insiden saat ini belum dapat dipastikan dan masih dalam proses investigasi oleh pihak yang berwenang,” kata Agus.

Sementara, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati kepada wartawan juga mengatakan belum mengetahui pasti penyebab kebakaran ini. Nicke mengatakan pihaknya masih melakukan investigasi bersama pihak berwenang.

“Belum diketahui dengan pasti. Kami masih investigasi dengan pihak berwenang. Fokus kami hari ini untuk selesaikan kondisi darurat di lapangan,” kata Nicke, dikutip dari CNN Indonesia.

BACA JUGA:  CEK FAKTA: Rekruitment Karyawan PLN 2021 Hoaks

Kesimpulan

Narasi kebakaran kilang minyak Pertamina Balongan adalah serangan teroris seperti yang dituliskan akun twitter @terror_alarm adalah tidak benar atau hoaks. Narasi tersebut dikategorikan misleading content, menghubung-hubungkan suatu peristiwa dengan satu hal untuk menyesatkan. (tim)