BERTUAHPOS — Sumatera Selatan (Sumsel) tengah mempersiapkan produk olahan dari kelapa mereka ke Malaysia. Ini adalah produk olahan kelapa perdana yang berhasil tembus ke pasar ekspor. Adapun ekspor perdana itu dipersiapkan awal 2026.
Ekspor perdana ini merupakan hasil kolaborasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumsel bersama Pemerintah Provinsi Sumsel dan sejumlah mitra strategis.
“Kelapa tidak lagi hanya diekspor dalam bentuk utuh. Kami kembangkan produk olahannya agar memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi,” ujar Kepala OJK Sumsel-Babel, Arifin Susanto.
Selama ini, potensi kelapa Sumsel lebih banyak dimanfaatkan dalam bentuk ekspor kelapa utuh. Ke depan, pemerintah dan mitra mendorong pengembangan isi kelapa menjadi produk turunan bernilai tambah dan berorientasi ekspor.
Arifin mengungkapkan, investor asal Jepang telah menyatakan minat serius untuk mengembangkan industri hilirisasi kelapa di Sumsel. Investasi ini diharapkan membentuk ekosistem eksportir baru yang berbasis komoditas lokal.
Pengembangan industri kelapa dari hulu hingga hilir melibatkan berbagai pihak, termasuk Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sumsel sebagai pengendali sektor investasi.
Dari sisi pembiayaan, OJK berperan memastikan akses kredit bagi petani dan pelaku usaha kelapa agar rantai pasok tetap terjaga. OJK juga mendorong perbankan mendukung pembiayaan usaha berbasis komoditas unggulan daerah.
“Peran kami memastikan pembiayaan berjalan lancar sehingga petani dan pelaku usaha bisa meningkatkan kapasitas produksi,” jelas Arifin usai acara Kolaborasi Keuangan dan Ekonomi Sumsel 2025.
Ia menargetkan ekspor perdana produk olahan kelapa berupa makanan dilakukan pada Januari atau Februari 2026. Pengiriman tahap awal akan menggunakan lima kontainer ke Malaysia.
Setiap kontainer diperkirakan memuat sekitar 20 ton produk turunan kelapa. Menurut Arifin, langkah ini menjadi momentum penting bagi Sumsel untuk meningkatkan nilai ekspor komoditas kelapa.
“Biasanya kita mengekspor kopi atau kelapa utuh. Kini kelapa bisa naik kelas lewat produk olahan,” tegasnya.
Arifin berharap kelapa dapat menjadi primadona ekspor baru Sumsel, menyusul komoditas kopi dan karet. Ia juga mendorong pelaku industri lokal terus berinovasi agar mampu bersaing di pasar global melalui penguatan hilirisasi.***









