BERTUAHPOS.COM — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat komoditas lemak dan minyak hewan/nabati menjadi penopang terbesar ekspor nonmigas Riau sepanjang Januari–April 2026. Komoditas unggulan ini membukukan nilai ekspor sebesar US$3,96 miliar atau tumbuh 20,08 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Kepala BPS Provinsi Riau Asep Riyadi menjelaskan, capaian itu menjadikan lemak dan minyak nabati sebagai kontributor dominan dengan pangsa 58,66 persen dari total ekspor nonmigas Riau.
Khusus pada April 2026, nilai ekspor komoditas ini melonjak 71,39 persen secara tahunan, mencapai US$903,89 juta—naik signifikan dari US$527,39 juta pada April 2025.
Secara keseluruhan, ekspor nonmigas Riau pada April 2026 tercatat sebesar US$1,67 miliar, tumbuh 38,58 persen dibanding April 2025. Angka ini turut mendorong total ekspor Riau pada bulan yang sama menembus US$1,76 miliar. “Ada kenaikan sebesar 33,96 persen secara tahunan,” ujarnya.
Selain lemak dan minyak nabati, BPS mencatat sejumlah komoditas nonmigas lain juga menunjukan kinerja eskpor yang positif. Bahan kimia organik naik paling tajam sebesar 83,46 persen menjadi US$349,72 juta, diikuti ampas dan sisa industri makanan yang melonjak 37,91 persen menjadi US$79,58 juta.
Berbagai makanan olahan turut tumbuh 22,72 persen menjadi US$93,69 juta, sementara berbagai produk kimia naik tipis 1,31 persen menjadi US$807,49 juta. Kertas dan karton juga mencatat kenaikan 0,90 persen menjadi US$710,70 juta dalam periode Januari–April 2026.
Di sisi lain, tidak semua komoditas nonmigas Riau menunjukkan tren positif. Bubur kayu atau pulp mengalami penurunan terbesar, yakni 16,90 persen menjadi US$522,55 juta, disusul buah-buahan yang merosot 43,44 persen menjadi US$21,79 juta.
Serat stapel buatan juga turun 5,76 persen menjadi US$89,38 juta, sementara bahan-bahan nabati terkoreksi 3,18 persen menjadi US$74,07 juta. Penurunan pada segmen-segmen ini menunjukkan masih adanya tekanan pada beberapa komoditas hasil pertanian dan kehutanan.
Secara agregat, sepuluh golongan barang nonmigas utama Riau memberikan kontribusi 99,36 persen terhadap total ekspor nonmigas Januari–April 2026. Nilai ekspor kesepuluh golongan tersebut secara kolektif tumbuh 12,52 persen dibanding periode yang sama tahun 2025, mencapai US$6,71 miliar.
Dari sisi sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan menjadi tulang punggung dengan kontribusi 94,55 persen dari total ekspor Riau pada Januari–April 2026. Sektor ini tumbuh 12,81 persen secara kumulatif, sementara ekspor hasil pertanian justru mengalami penurunan 10,40 persen pada periode yang sama.
“Kami melihat ini kinerja ekspor yang solid (diluar migas), sekaligus menjadi sinyal positif bagi ekonomi Riau di tengah dinamika perdagangan internasional yang sangat dinamis,” ujarnya.









