• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 23, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Sidang Bangkrut Pertama, Nasib 465.000 Agen Pemasaran Tupperware di Ujung Tanduk

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
20 September 2024
Setelah Bertahun-tahun Gagal, Tupperware Makin Mantap Ajukan Kebangkrutan Pekan Ini

Tupperware

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM – Tupperware, menghadapi tantangan besar pada hari pertama sidang kebangkrutan. Perselisihan dengan para pemberi pinjaman memaksa perusahaan menunda pembayaran komisi kepada 465.000 agen pemasarannya, yang mengancam proses pemulihan perusahaan.

Tupperware hanya memiliki US$7,4 juta dalam bentuk tunai, namun tidak dapat menggunakan dana tersebut tanpa persetujuan dari pemberi pinjaman. 

Sementara itu, perusahaan berutang US$1,4 juta kepada agen-agennya dalam bentuk komisi. Situasi ini menjadi kendala besar bagi Tupperware untuk menjalankan rencana pemulihan melalui lelang yang diawasi pengadilan, yang bertujuan menarik investor potensial.

Pemberi pinjaman, termasuk Bank of America dan beberapa dana lindung nilai, menolak memberikan izin kepada Tupperware untuk menggunakan uang tunai tersebut.

Mereka bahkan mengajukan permintaan kepada Hakim Kepailitan AS Brendan Linehan Shannon untuk mengeluarkan perusahaan dari proses kebangkrutan, sebuah langkah drastis yang berpotensi mempercepat penyitaan perusahaan. Saat ini, Tupperware memiliki utang lebih dari US$800 juta yang belum dibayar.

Menurut Thomas J. Salerno, seorang pengacara kepailitan, situasi ini sangat tidak biasa. “Memiliki hanya US$7,4 juta dalam tunai untuk perusahaan sebesar ini dengan utang sebesar itu, seperti mengatakan Anda hanya punya US$1,50 di bank,” kata Salerno.

Jika permintaan pemberi pinjaman dikabulkan, proses penjualan Tupperware bisa dipercepat, yang memungkinkan mereka mengambil alih kendali perusahaan tanpa melalui proses lelang panjang.

Pada sidang pendahuluan yang diadakan Kamis, 19 September 2024 di Wilmington, Delaware, Tupperware diharapkan mendapatkan izin untuk membayar karyawan dan pemasok utama. Namun, karena adanya keberatan dari para pemberi pinjaman, perusahaan harus kembali ke pengadilan untuk meminta hakim mencabut pembatasan atas dana tunai sebesar US$7,4 juta tersebut.

Pengacara Tupperware, Spencer A. Winters, mengatakan kepada hakim bahwa hingga sidang berikutnya, perusahaan tidak akan melakukan pembayaran apapun.

Tupperware mengajukan kebangkrutan awal pekan ini setelah bertahun-tahun berjuang dengan masalah keuangan. Pendiri Tupperware, Earl Tupper, pertama kali memperkenalkan produk plastiknya pada tahun 1946, dengan segel kedap udara yang menjadi ciri khasnya.

Dalam beberapa dekade, produk Tupperware mendominasi pasar melalui penjualan independen dalam bentuk pesta penjualan di rumah-rumah.

Namun, persaingan ketat di pasar serta kegagalan Tupperware dalam mengikuti perkembangan industri ritel modern telah menyebabkan penurunan permintaan. Pandemi Covid-19 sempat meningkatkan penjualan, namun tren tersebut tidak bertahan lama.

Pada 2022, Tupperware masih sangat bergantung pada 465.000 agen pemasar dan 5.450 karyawan. Namun, konsumen kini lebih memilih membeli produk serupa, bahkan lebih murah, secara online melalui platform seperti Amazon dan Walmart. Di sisi lain, meningkatnya minat terhadap produk ramah lingkungan juga mengurangi permintaan akan barang plastik seperti Tupperware.***

Tags: bisnisTupperware
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Proses produksi oleh-oleh khas Riau keripik kulit ikan patin Melayu Crackers (Malakers) | Foto: Bertuahpos / Melba.
Berita Pilihan

Kisah di Balik Kriuknya Melayu Crackers, Kulit Ikan Patin Berstranformasi Menjadi Oleh oleh Premium

...

Read moreDetails
Garuda Indonesia-Pelita Air Masih Bahas Rencana Konsolidasi

Garuda Indonesia-Pelita Air Masih Bahas Rencana Konsolidasi

Danantara Gabung KSSK untuk Perkuat Investasi, Fokus ke Pertumbuhan Ekonomi

Danantara Gabung KSSK untuk Perkuat Investasi, Fokus ke Pertumbuhan Ekonomi

Pemprov Riau Dorong ASN Kelola Usaha Budidaya Ayam Petelur Skala Kecil

Pemprov Riau Dorong ASN Kelola Usaha Budidaya Ayam Petelur Skala Kecil

Laba Hutama Karya Lampaui Target, Kontrak Baru Naik 22 Persen

Laba Hutama Karya Lampaui Target, Kontrak Baru Naik 22 Persen

Proyek Mixed-Use Australia Senilai Rp25 Triliun Siap Digarap

Proyek Mixed-Use Australia Senilai Rp25 Triliun Siap Digarap

Next Post
Ekspor Pasir Laut

Ekspor Pasir Laut, Dampak Lingkungan Lebih Besar daripada Untung

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.