BERTUAHPOS — Agenda memperkuat ketahanan energi nasional memasuki fase penting setelah EMP Bentu Limited, Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) mitra SKK Migas, mencatat perkembangan kunci berupa peningkatan produksi gas dan penemuan cadangan minyak serta gas baru di Wilayah Kerja (WK) Bentu, Riau. Capaian ini dinilai menambah ruang gerak Indonesia dalam memenuhi kebutuhan energi domestik tanpa terlalu bergantung pada pasokan luar negeri.
SKK Migas menegaskan pentingnya konsistensi produksi dan penambahan cadangan untuk mendukung target strategis nasional sebesar 1 juta barel minyak per hari (BOPD) dan 12 miliar kaki kubik gas per hari (BSCFD) pada 2030.
“Setiap lapangan yang menunjukkan peningkatan produksi maupun penambahan cadangan memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan energi. Ini bukan hanya soal angka, tetapi kemampuan negara memastikan pasokan energi tetap stabil,” ujar Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto, dalam pernyataan resmi.
Di WK Bentu, EMP Bentu mencatat total cadangan dan sumber daya kontingen (“2P + 2C”) sebesar 375,6 miliar kaki kubik (BCF) per 1 Januari 2025. Angka ini menjadi pijakan penting bagi proyeksi pemenuhan kebutuhan gas nasional, terutama untuk sektor industri dan kelistrikan. Selain itu, target produksi gas 2025 ditingkatkan menjadi 93 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) dari realisasi rata-rata 81 MMSCFD pada 2023.
Penguatan sektor gas tersebut diikuti kabar positif dari eksplorasi minyak. Sumur CEN-02 di Lapangan CEN mengidentifikasi potensi “oil in place” awal sekitar 20 juta barel minyak, yang dapat dikembangkan menjadi produksi baru antara 1.500 hingga 2.500 BOPD setelah memasuki tahap komersial. Temuan ini memperluas ruang kontribusi WK Bentu terhadap pasokan energi nasional.
Direktur Operasional EMP Bentu menyampaikan bahwa seluruh capaian tersebut merupakan hasil dari percepatan program eksplorasi dan efisiensi fasilitas produksi yang dijalankan sepanjang dua tahun terakhir.
“Kami memfokuskan upaya pada peningkatan produksi gas karena peran strategisnya di sektor industri dan pembangkit listrik. Temuan cadangan minyak baru menjadi momentum tambahan untuk memperkuat kontribusi WK Bentu terhadap target nasional,” ungkapnya.
Kontribusi WK Bentu dinilai relevan dengan strategi SKK Migas dalam menekan ketergantungan impor energi. Pasokan gas dari blok ini selama ini berperan penting dalam mendukung keberlanjutan industri domestik, terutama di wilayah yang terhubung dengan jaringan pipa distribusi gas nasional.
Di tingkat nasional, SKK Migas tengah mempercepat penyelesaian proyek strategis seperti Jambaran Tiung Biru (JTB), Indonesia Deepwater Development (IDD), dan pengembangan Lapangan Rokan. Penguatan pada level KKKS seperti WK Bentu menjadi elemen penopang yang melengkapi langkah percepatan tersebut.
Dengan peningkatan kinerja hulu migas di WK Bentu, temuan cadangan baru, serta percepatan pengembangan proyek strategis, SKK Migas menyatakan bahwa industri hulu migas tetap menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas pasokan energi Indonesia, kini dan dalam jangka panjang.***
Penulis: Hari Jummaulana









