BERTUAHPOS.COM — Lonjakan konsumsi BBM bersubsidi terjadi setelah kenaikan harga BBM nonsubsidi, sehingga memicu peralihan massal konsumen ke Pertalite dan Biosolar. PT Pertamina Patra Niaga menambah armada distribusi dan memperpanjang jam operasional SPBU untuk mengatasi antrean yang meluas di sejumlah wilayah.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Yuliot Tanjung memastikan stok BBM nasional dalam kondisi aman. Pemerintah kini memfokuskan evaluasi pada percepatan distribusi dari terminal terpadu menuju SPBU yang mengalami lonjakan permintaan.
“Dari Kementerian ESDM sudah minta Kepala BPH Migas untuk melakukan pengecekan bersama PT Pertamina,” ujar Yuliot di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis, 16 Juli 2026.
Konsumsi Pertalite sepanjang Juli 2026 meningkat 9,4 persen menjadi 7.129 kiloliter per hari dibandingkan rerata normal. Sementara itu, konsumsi Biosolar melonjak hampir 13,9 persen pada periode yang sama.
Sebaliknya, konsumsi Pertamax Series turun sekitar 18 persen dan Dex Series menyusut 6,4 persen. Komposisi BBM bersubsidi dalam konsumsi bensin nasional kini mencapai 80 persen, naik dari sebelumnya 75 persen.
Wakil Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Taufik Aditiyawarman mengakui antrean dan panic buying terjadi di beberapa wilayah. Lonjakan permintaan di Sumatera tidak segera diimbangi percepatan distribusi ke SPBU.
“Pada beberapa waktu terakhir masih terjadi antrean dan pembelian secara berlebihan atau panic buying di beberapa wilayah di Sumatra secara umum, yang juga dipengaruhi oleh kenaikan ataupun shifting dari konsumsi BBM kepada BBM bersubsidi, yaitu Pertalite dan Solar,” kata Taufik.
Pertamina Patra Niaga telah menambah armada distribusi, memperpanjang jam operasional SPBU, dan meningkatkan frekuensi penyaluran dari terminal BBM. Perseroan juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan Forkopimda untuk mempercepat normalisasi distribusi.
“Kami menambah armada, menambah driver, memperpanjang jam operasi SPBU, kemudian pengiriman dari depot ke SPBU juga kami percepat,” ujar Taufik.
Taufik menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan akibat antrean. Perusahaan berkomitmen menjaga kelancaran pasokan BBM bersubsidi di seluruh wilayah yang terdampak lonjakan konsumsi.









