BERTUAHPOS — Aktivitas di fasilitas produksi Wilayah Kerja (WK) Bentu, Kabupaten Pelalawan, Riau, tampak semakin padat menjelang akhir 2025. Mesin kompresor tak pernah berhenti bekerja, tim operasi bergantian berjaga, dan pengecekan sumur dilakukan lebih rutin. Di lokasi inilah EMP Bentu Limited, Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) mitra SKK Migas, mencatat serangkaian capaian kunci berupa kenaikan produksi gas, penemuan cadangan baru, dan kinerja operasional yang menguat hingga kuartal III tahun ini.
Dari data terbaru, EMP Bentu membukukan total cadangan dan sumber daya kontingen (“2P + 2C”) sebesar 375,6 miliar kaki kubik (BCF) per 1 Januari 2025. Sepanjang tahun ini, peningkatan operasional mendorong target produksi gas harian naik menjadi 93 juta kaki kubik (MMSCFD), setelah tahun 2023 berada di kisaran 81 MMSCFD. Kenaikan ini sejalan dengan upaya SKK Migas menjaga pasokan gas bagi sektor industri dan kelistrikan.
Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto, menegaskan peran WK Bentu dalam memperkuat pondasi energi nasional.
“Setiap peningkatan produksi maupun penambahan cadangan dari KKKS seperti WK Bentu memiliki dampak langsung pada stabilitas energi nasional. Ini bagian krusial dari upaya mencapai target 1 juta barel minyak dan 12 BSCFD gas pada 2030,” ujarnya.
Di lapangan, peningkatan produksi terlihat dari intensitas pengeboran dan optimalisasi fasilitas pemisahan gas. Supervisor operasi di Bentu menyebutkan bahwa seluruh pengolahan gas diarahkan untuk menjaga aliran pasokan yang stabil ke jaringan transmisi.
“Target 93 MMSCFD membuat seluruh sistem harus siaga penuh. Pasokan dari sini langsung masuk ke industri dan pembangkit,” jelasnya.
Tak hanya gas, kabar positif datang dari Lapangan CEN yang berjarak kurang dari satu jam dari fasilitas utama Bentu. Sumur eksplorasi CEN-02 menemukan potensi “oil in place” awal sekitar 20 juta barel minyak, dengan proyeksi produksi 1.500 hingga 2.500 BOPD setelah tahap pengembangan lanjutan berjalan. Saat ini, tim teknis masih melakukan evaluasi lanjutan di lokasi.
Di sisi kinerja korporasi, PT Energi Mega Persada Tbk (EMP) — induk usaha EMP Bentu — mencatat tren positif hingga kuartal III 2025. Laporan keuangan perusahaan menunjukkan penjualan neto mencapai US$361,38 juta, dengan laba bruto naik menjadi US$125,05 juta. Produksi minyak grup juga meningkat sekitar 9% menjadi 8.380 barel per hari, sementara harga jual gas rata-rata naik menjadi US$6,82 per mcf. Peningkatan ini turut menguatkan kemampuan EMP dalam mendanai eksplorasi dan pengembangan lapangan seperti WK Bentu.
Direktur Operasional EMP Bentu menyebutkan bahwa capaian tersebut merupakan hasil perpaduan agresivitas eksplorasi, efisiensi fasilitas produksi, serta kondisi pasar gas yang lebih stabil.
“Kami melihat peluang besar bagi sektor gas di Riau. Gas dari WK Bentu terus menjadi tulang punggung bagi banyak industri. Temuan cadangan minyak ini menambah optimisme kami terhadap kontribusi lapangan bagi target nasional,” katanya.
Kondisi geografis WK Bentu yang berupa rawa dan lahan basah tetap menjadi tantangan utama. Akses menuju lokasi sumur melibatkan jalan tanah yang diperkeras dan pengaturan operasi yang sangat bergantung pada cuaca. Namun tantangan tersebut tidak menghambat laju eksplorasi yang kini menunjukkan hasil konkret bagi ketahanan energi nasional.
Secara nasional, SKK Migas menegaskan bahwa penguatan KKKS seperti WK Bentu melengkapi percepatan proyek strategis lain seperti Jambaran Tiung Biru (JTB), Indonesia Deepwater Development (IDD), dan pengembangan Lapangan Rokan. Kombinasi peningkatan produksi, pencarian cadangan baru, dan kinerja operasional yang solid menjadi fondasi utama mencapai ketahanan energi jangka panjang.
Dengan capaian operasional di WK Bentu hingga Oktober 2025, SKK Migas optimistis keberlanjutan produksi dan penemuan cadangan baru akan memperkuat posisi sektor hulu migas sebagai pilar ketahanan energi nasional. Dari lapangan-lapangan seperti Bentu, pasokan energi Indonesia terus dijaga agar tetap stabil di tengah tantangan kebutuhan yang kian meningkat.***
Penulis: Hari Jummaulana









