BERTUAHPOS.COM — Harga minyak mentah dunia WTI dan Brent melonjak setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana pungutan 20 persen untuk kargo yang melintasi Selat Hormuz. Eskalasi serangan rudal antara kedua negara memicu reli harga minyak dunia.
Mengacu data Trading Economics, harga WTI naik 4,31 persen menjadi 74,48 dolar AS per barel. Kontrak WTI pengiriman Agustus melonjak 2,27 persen ke 79,91 dolar AS dan Brent September naik 2,14 persen ke 85,11 dolar AS.
Analis Trijaya Pratama Futures, Alwi Assegaf, menjelaskan eskalasi bermula dari serangan keempat AS terhadap Iran dalam sepekan. Serangan itu merupakan balasan atas aksi Iran terhadap kapal kontainer berbendera Siprus.
Kenaikan ini mengakhiri tren pelemahan dua hari terakhir dan dipicu saling serang rudal pada akhir pekan. Presiden Trump lalu mengumumkan rencana pungutan 20 persen atas muatan yang melintasi Selat Hormuz.
Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz, meski klaim tersebut langsung dibantah oleh Komando Pusat Amerika Serikat. Langkah itu semakin memperkeruh situasi di jalur vital perdagangan minyak global.
Situasi semakin memanas setelah Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz. Namun, klaim itu langsung dibantah Komando Pusat AS.
Lonjakan harga minyak dunia ini menambah tekanan inflasi global di tengah pemulihan ekonomi yang masih rapuh. Investor kini mencermati potensi gangguan pasokan dari kawasan Timur Tengah.
“Kenaikan harga minyak ini diperkirakan berlanjut jika ketegangan tidak mereda. Investor harus mewaspadai risiko gangguan pasokan di Selat Hormuz,” kata Alwi.









