BERTUAHPOS – Jalan Lintas Timur Km 13, tepat di depan Toko Central Ponsel, menjadi saksi perjalanan Solekan dalam menghidupi keluarganya lewat dagangan bakso kuah. Sudah lebih dari 10 tahun ia setia menjajakan bakso buatannya. Dengan gerobak motor sederhana, Solekan hadir setiap hari menawarkan kehangatan seporsi bakso kuah kepada masyarakat.
Bakso buatan Solekan terkenal dengan cita rasanya yang gurih dan kuah bening kaya rempah. Tak sedikit pelanggan yang menyebut racikan bumbu Solekan membuat mereka ketagihan. Setiap bakso dibuat sendiri dengan daging segar, dipadukan dengan mie dan tahu, sehingga seporsi terasa pas di lidah maupun di perut.
Harga yang ditawarkan sangat terjangkau. Untuk seporsi penuh, cukup Rp10 ribu saja masyarakat sudah bisa mencicipi lezatnya bakso kuah Solekan. Bahkan, bagi anak sekolah yang datang dengan uang terbatas, Solekan kerap memberi setengah porsi seharga Rp5 ribu. “Yang penting mereka bisa makan enak, walau uangnya pas-pasan,” ucap Solekan.
Kebaikan hati dan keramahan Solekan membuat pelanggan merasa dekat dengannya. Tak jarang pelanggan kembali lagi, bukan hanya karena rasa bakso, tapi juga karena kenyamanan suasana yang tercipta di lapaknya. Dari sinilah ikatan antara penjual dan pembeli tumbuh semakin erat.
Dari usaha bakso sederhana ini, Solekan bisa meraup pendapatan Rp300 ribu hingga Rp400 ribu setiap harinya. Pendapatan tersebut ia dapat dari hasil menjual puluhan hingga ratusan mangkok bakso. Meski tak besar, rezeki ini cukup untuk menghidupi keluarganya dan menjaga keberlangsungan usahanya yang sudah bertahan selama satu dekade lebih.
Bagi pengendara yang melintas, keberadaan lapak bakso Solekan menjadi tempat persinggahan yang menyenangkan. Banyak sopir angkutan, pekerja, hingga masyarakat sekitar yang menyempatkan diri berhenti sejenak, sekadar menikmati semangkuk bakso hangat sebelum melanjutkan perjalanan.
Solekan tak pernah mengabaikan kualitas meski harga terbilang murah. Ia selalu menggunakan bahan segar dan memasak dengan cara tradisional. Baginya, menjaga cita rasa adalah bentuk tanggung jawab agar pelanggan tak pernah kecewa. “Kalau rasanya sama dari dulu sampai sekarang, orang pasti ingat dan balik lagi,” katanya.
Kini, bakso kuah Solekan bukan sekadar kuliner jalanan. Lebih dari itu, ia menjadi cerita tentang ketekunan, keikhlasan, dan kedekatan dengan masyarakat. Seporsi bakso Rp10 ribu yang ia sajikan setiap hari adalah bukti bahwa kelezatan tak harus mahal, dan perjuangan kecil bisa membawa kebahagiaan besar.***









