BERTUAHPOS – Harapan PSPS Pekanbaru untuk memulai kompetisi Liga 2 Indonesia musim 2025/2026 dengan hasil positif harus pupus. Tim Askar Bertuah takluk dengan skor telak 0-4 dari FC Bekasi City pada laga perdana yang digelar di Stadion Patriot Candrabhaga, Jumat, 12 September 2025. Kekalahan ini membuat langkah awal PSPS langsung terseok di dasar klasemen Grup A.
Pertandingan berlangsung dengan dominasi penuh dari tim tuan rumah. Baru memasuki menit ke-21, striker asing Bekasi City, Ezechiel Nduoasel, membuka keunggulan lewat sontekan tajam dari dalam kotak penalti. PSPS yang mencoba bangkit justru kembali kecolongan di masa injury time babak pertama. Gol kedua Ezechiel pada menit ke-45+3 menutup babak pertama dengan skor 2-0 untuk tuan rumah.
Memasuki babak kedua, pelatih PSPS Ilham Romadhona melakukan pergantian pemain. Christian Santos dan Yudhi Adytia ditarik keluar, digantikan Ilham Fathoni dan Radittia Agustin guna menambah daya serang. Namun, perubahan strategi tersebut tak banyak membantu. Justru lini belakang PSPS kembali rapuh menghadapi gempuran tuan rumah.
Pada menit ke-60, Ramadhan menambah derita PSPS setelah berhasil memanfaatkan celah di sektor pertahanan. Skor 3-0 membuat mental pemain PSPS semakin tertekan. Bekasi City terus menguasai jalannya pertandingan dengan kombinasi serangan yang rapi dan agresif.
Tak puas dengan tiga gol, FC Bekasi City kembali mencetak gol penutup pada menit ke-86. Kali ini M Fadly memanfaatkan umpan silang dari sisi kanan untuk memastikan kemenangan telak 4-0. PSPS sendiri berusaha mencetak gol hiburan, namun usaha mereka selalu kandas di tangan kiper muda Al Gifari yang tampil gemilang.
Pelatih PSPS, Ilham Romadhona, mengakui banyaknya kesalahan individu yang dilakukan pemain menjadi faktor utama kekalahan. Ia menilai bahwa kekalahan ini lebih disebabkan oleh kelemahan tim sendiri ketimbang kehebatan lawan. “Menurut saya teknis saja, memang kesalahan di kita, bukan murni kehebatan lawan. Kesalahan-kesalahan individual maupun komunikasi terutama dari kami,” ujarnya, Sabtu, 13 September 2025.
Senada dengan sang pelatih, pemain PSPS Radittia Agustin mengakui kelemahan tim ada pada komunikasi dan antisipasi gerakan lawan. “Sudah disampaikan, beberapa komunikasi kurang dan kita tidak ada antisipasi. Kalau main kita mungkin bisa lebih bagus, tapi kurangnya komunikasi itu yang membuat kita kalah,” ungkapnya.
Kekalahan telak di laga perdana ini memunculkan kekecewaan suporter PSPS. Mereka menilai perlu adanya evaluasi menyeluruh, baik dari sisi taktik maupun mental pemain. Banyak fans menyuarakan agar manajemen segera mencari solusi agar tim tidak kembali menjadi bulan-bulanan lawan di laga berikutnya.
Kini, PSPS dituntut segera berbenah sebelum menghadapi laga kedua yang tak kalah berat, yaitu melawan PSMS Medan di kandang sendiri. Kekalahan ini jelas menjadi pukulan psikologis, dan publik Pekanbaru berharap tim kebanggaan Riau tersebut bisa bangkit serta menunjukkan perbaikan permainan demi menjaga asa di Liga 2 musim ini.***









