Ini Syaratnya Agar Harga Sawit Riau Rp 2 Ribu per Kg

Selasa, 27 Januari 2015 14:47

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Asosiasi Petani Perkebunan Provinsi Riau (Aspekpir) ternyata juga mengakui bahwa pemanfaatan hasil CPO di Riau masih sangat kurang. Melimpahnya produksi CPO di Riau bisa jadi potensi besar agar CPO lokal tidak lagi terus-terusan bergantung dengan pasar ekspor.

“Sebenarnya permasalahannya di situ memang. Kalau saja pemanfatannya bisa dimaksimalkan dalam lokal, tentu kita tidak bergantung terlalu besar dengan pasar ekpor,” ujar Anggota Aspekpir, Supoyo, Selasa (27/01/2015).

Advertisement

Dia menambahkan, kalau saja pemanfaatan CPO dalam lokal ini bisa teratasi, tentunya saja sangat memberikan pengaruh besar bagi petani sawit di Riau. Terutama untuk mendongkrak harga agar lebih tinggi.

“Selama ini kita masih bergantung pada pasar ekspor. Coba pemanfaatan itu bisa dilakukan di Riau, harga TBS bisa saja sampai Rp 2 ribu,” tambahnya.

Baca: Karena Belum Digunakan, PT Chevron Tak Akan Ganti Rugi Lahan Masyarakat Sakai

Sementara itu, Dinas Perkebunan Provinsi Riau menilai bahwa presentase biodisel dalam negeri perlu ditingkatkan, terutama di pasar disel nasional. Hal ini sangat berkaitan erat dengan pemanfaatan CPO untuk dalam negeri.

Kabid Promosi dan Pengolahan Hasil Perkebunan (PPHP) Dinas Perkebun Provinsi Riau, Ferry HC mengatakan, bahwa sebelumnya negara sudah mengeluarkan statmen untuk meningkatkan pemakaian CPO dalam negeri, terutama disektor pengembangan energi.

Dia menyebutkan, hal ini bisa saja dilakukan dengan cara meningkatkan persentase biodisel dipasar disel nasional. “Kalau sebelumnya kita itu murni memakai bahan bakar disel dari crude oil atau dari fosil, untuk diselnya. Ini yang perlu ditingkatkan lagi,” ujarnya, Selasa.

Sejauh ini pemanfaatan biodisel dalam negeri sudah mencapai 5 persen sampai 10 persen, sudah dicampur dengan crude oil. Menurut Ferry, ini yang perlu ditingkatkan mencapai 20 persen. Sebenarnya hal ini sudah bisa ditangani nasional. Meski Riau hari ini memproduksi CPO terbesar, tetap saja wewenang tersebut masing dipegang peperintah pusat.

“Untuk olahannya, kan masih terpusat di Pertamina. Kalau di Riau sendiri, walaupun ada Pertamina, itu hanya unit pemasaran. Sementara kilang di Dumai hanya untuk membersihkan minyak mentah,” tambahnya. (melba)

Berita Terkini

Senin, 25 Januari 2021 10:10

Mahfud MD Komentari Dugaan Rasis Natalus Pigai

#Rasisme #NataliusPigai #MahfudMD

Minggu, 24 Januari 2021 15:31

Baznas Riau Tergetkan Pengumpulan Zakat 2021 Hingga Rp17 Miliar 

#Zakat #Baznas #Riau

Minggu, 24 Januari 2021 15:01

Madinah Dinobatkan WHO Sebagai Kota Sehat Dunia

#MADINAH

Minggu, 24 Januari 2021 13:43

Rp5,56 Triliun Digelontorkan BPDPKS untuk Peremajaan Sawit 2021

#ReplantingSawit #BPDPKS #Sawit

Minggu, 24 Januari 2021 12:30

Hasil Sensus 2020, Jumlah Penduduk di Riau Lebih Banyak Laki-laki Dibandingkan Perempuan

#SensusPenduduk2020 #BPSRiau #PendudukRiau

Minggu, 24 Januari 2021 11:30

Cek Harga Terbaru Mobil Daihatsu Sigra 2021

#DaihatsuSigra #Otomotif