Importir Lebih Memilih CPO Malaysia

Selasa, 08 April 2014 17:50
BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Permintaan Crude Palm Oil (CPO) Indonesia melemah di pasar internasional. Pernyataan ini muncul dalam rapat penetapan harga Tandan Buah Segar (TBS) yang dilakukan oleh Tim Penetapan Harga TBS Disbun Riau, Selasa (8/4) di aula Disbun Riau.
 
Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Drs H Zulher MS, yang memimpin rapat menyebutkan, pelemahan permintaan CPO Indonesia dari pasar internasional karena imbas kenaikan BK CPO yang ditetapkan oleh Kementrian Perdagangan RI dari yang sebelumnya sebesar 10,5 persen menjadi 13,5 persen. 
 
Negara Importir CPO lebih cenderung untuk membeli CPO dari Malaysia karena harga beli CPO Malaysia jauh lebih rendah dari CPO Indonesia. Hal itu disebabkan oleh BK CPO Malaysia yang hanya 5,5 persen, atau 8,5 persen lebih rendah dari Indonesia.
 
“Sudah tiga minggu ini harga TBS turun. Dari yang dulunya mencapai angka Rp 2.200/kg turun hingga Rp 1.956,78/kg. Hal itu disebabkan permintaan dari pengimpor yang kurang karena bea keluar kita yang semakin tinggi,” ujar Zulher. 
 
Sementara itu, kenaikan Bea Keluar CPO (BK CPO) juga kembali menjadi penyebab turunnya harga Tandan Buah Segar (TBS). Kali ini harga TBS turun sebesar Rp 50,63/kg dari harga yang ditetapkan satu pekan sebelumnya.
 
Hal itu terungkap pada saat Rapat Penetapan Harga TBS yang dilakukan oleh Tim Penetapan Harga TBS Disbun Riau, Selasa (8/4) di aula Disbun Riau yang dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Drs H Zulher MS.
 
Pada saat rapat tersebut diputuskan harga TBS per tanggal 9-15 April 2014 untuk umur 3 tahun adalah Rp 1.400,74/kg, umur 4 tahun adalah Rp 1.564,08/kg, umur 5 tahun adalah Rp 1.673,64/kg, umur 6 tahun adalah sebesar Rp 1.722,96/kg, umur 7 tahun adalah sebesar Rp  1.788,70/kg, umur 8 tahun adalah Rp 1.844,47/kg, umur 9 tahun adalah Rp 1.903,76/kg, umur 10 tahun keatas adalah Rp 1.956,78/kg. Sedangkan untuk harga CPO adalah Rp 8.630,93/kg dan PKO adalah Rp 6.200,75/kg. Biaya angkut Rp 163,15/kg, biaya Olah Rp 131,55/kg, biaya pemasaran adalah Rp 60,05/kg. (syawal)