BERTUAHPOS — Pemerintah memastikan PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) akan menjadi induk holding maskapai penerbangan BUMN pada kuartal I 2026.
Kebijakan ini menjadi bagian dari langkah konsolidasi sektor aviasi nasional untuk memperkuat daya saing dan efisiensi operasional maskapai pelat merah.
Rencana tersebut disampaikan oleh Chief Operating Officer Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), Dony Oskaria. Ia menegaskan Garuda Indonesia akan memimpin struktur holding yang membawahi maskapai BUMN lainnya.
“Garuda akan menjadi induk holding. Di bawahnya nanti ada Citilink dan Pelita Air,” ujar Dony di Jakarta, dikutip Jumat, 13 Januari 2026.
Dalam skema baru ini, Citilink Indonesia dan Pelita Air akan berada dalam satu payung korporasi bersama Garuda. Pemerintah menargetkan pembentukan holding rampung pada kuartal pertama tahun ini.
Dony menyebut konsolidasi ini bertujuan memperkuat fundamental bisnis maskapai BUMN, meningkatkan efisiensi biaya, serta menyatukan strategi jaringan dan armada.
Pemerintah juga memastikan pembentukan holding tidak akan berdampak pada pemutusan hubungan kerja (PHK), karena karyawan tetap berada dalam struktur baru.
Langkah ini melanjutkan transformasi Garuda Indonesia pascarestrukturisasi utang yang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir.
“Setelah berhasil menekan beban keuangan dan memperbaiki kinerja operasional, Garuda kini disiapkan menjadi pusat integrasi industri penerbangan milik negara,” katanya.
Pembentukan holding maskapai BUMN berpotensi memperkuat posisi Indonesia di tengah persaingan industri penerbangan regional.
Dengan integrasi rute, manajemen armada, dan efisiensi biaya, maskapai pelat merah diharapkan lebih adaptif menghadapi fluktuasi harga avtur, kurs, serta dinamika permintaan penumpang.
Kementerian BUMN bersama Danantara saat ini masih mematangkan struktur organisasi dan mekanisme pengalihan saham antarentitas. Pemerintah menargetkan proses berjalan bertahap dan tetap menjaga stabilitas layanan penerbangan nasional.***
Sumber: kumparan | CNN Indonesia









