BERTUAHPOS.COM — Kabut asap mulai menyelimuti Kota Pekanbaru dan kawasan Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II sejak pagi hari, Selasa, 18 Agustus 2026. Penerbangan di bandara tersebut dilaporkan masih berjalan normal meskipun jarak pandang mulai terpengaruh.
GM Bandara SSK II Pekanbaru Achmad mengatakan, pihaknya terus memantau kondisi kabut asap secara berkala. Bandara juga berkoordinasi dengan BMKG dan Airnav untuk memastikan keselamatan seluruh penerbangan.
“Alhamdulillah penerbangan sampai saat ini masih normal. Terus kita pantau, kami koordinasi dengan BMKG dan Airnav, dan seluruh SOP penerbangan kita jalankan untuk prosedur jika terjadi jarak pandang yang mengganggu penerbangan,” kata Achmad.
Berdasarkan data BMKG Stasiun Pekanbaru, total titik panas di wilayah Sumatera mencapai 602 titik per pukul 23.00 WIB. Provinsi Riau menyumbang 75 titik panas dengan sebaran tertinggi di Kabupaten Pelalawan sebanyak 38 titik.
Kabupaten Kampar mencatat 8 titik panas, Rokan Hulu 9 titik, Siak 6 titik, dan Kota Dumai 4 titik. Daerah lain seperti Bengkalis, Kepulauan Meranti, Rokan Hilir, Indragiri Hilir, dan Indragiri Hulu masing-masing mencatat satu hingga empat titik panas.
BMKG memprakirakan cuaca pagi hari di Pekanbaru dan sekitarnya dalam kondisi udara kabur hingga cerah berawan. Pada siang hingga sore hari, hujan ringan berpotensi turun di sebagian wilayah Rokan Hulu, Kampar, Pelalawan, Indragiri Hulu, dan Indragiri Hilir.
Malam hingga dini hari, hujan ringan diprakirakan meluas ke Rokan Hilir, Bengkalis, Siak, hingga Kota Pekanbaru. Peringatan dini cuaca dari BMKG untuk wilayah Riau masih nihil.
Suhu udara berkisar 23 hingga 34 derajat Celsius dengan kelembapan 50 hingga 98 persen. Angin bertiup dari tenggara ke barat laut dengan kecepatan 10 hingga 30 kilometer per jam.
Tinggi gelombang di perairan Provinsi Riau diprakirakan berkisar 0,5 hingga 1,25 meter. Kondisi tersebut masuk kategori rendah dan tidak mengganggu aktivitas pelayaran.
“Kami akan terus memantau perkembangan kabut asap dan berkoordinasi dengan pihak terkait,” ujar Forecaster on Duty BMKG Pekanbaru Yasir Prayuna. “Keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas utama,” katanya.









