5 Tahun Lalu PT KAI Rugi Rp 80 Miliar, Kini Untung Rp 400 Miliar.

Kamis, 12 Desember 2013 16:16

BERTUAHPOS.COM,Jakarta -PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) mengaku rugi Rp 80 miliar pada tahun 2008 lalu. Namun kini PT KAI berhasil meraup untung Rp 400 miliar sejalan perubahan strategi dan budaya SDM.

Direktur Logistik dan Aset Produksi PT KAI Joko Margono mengatakan beban keuangan PT KAI semakin tahun makin berat, terutama seperti pembayaran uang pensiunan pegawai yang per tahunnya bisa mencapai Rp 450 miliar.

“Beban kami cukup berat, mempunyai 28.000 pegawai dengan saat ini ada 22.000 pegawai yang pensiunannya terus dibayar, per tahun kami untuk membayar uang pensiunan saja mencapai Rp 450 miliar per tahun, dalam beberapa tahun lagi uang pensiunan yang dibayar bisa mencapai Rp 1,5 triliun per tahun,” ungkap Joko dalam acara Kongres Kebangsaan yang diselenggarakan Forum Pemred, di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (10/12/2013).

Joko mengatakan namun PT KAI tidak ingin terus membebani negara dan terus menggantungkan diri pada investasi dari pemerintah. Meskipun semakin hari kebutuhan terus bertambah, peralatan, lokomotif dan lainnya makin tua usiannya.

Baca: Di Depan Tokoh Lintas Agama dan Masyarakat, Gubri Sebut Riau Bermasalah Soal Air Bersih

“Maka kami benar-benar mentransformasi KAI, kami mengubah Corporate culture, kami kirim pegawai ke China tiap tiga bulan, lihat bagaimana kereta api di sana, belajar di sana agar ada transfer pengetahuan dan informasi, kami melakukan remunerasi secara bertahap karena kalau orang lapar nggak bisa mikir, dan kami melakukan investasi besar-besaran yang dengan pinjam dari bank,” ungkap Joko.

Joko menambahkan dengan investasi besar-besaran tersebut seperti beli 1.200 gerbong untuk angkutan kontainer, investasi di Kuala Namu, investasi double track, investasi memperbesar kapasitas penumpang di Jabodetabek dari 400.000 penumpang per hari ditingkatkan menjadi 1,5 juta penumpang per hari.

“Dengan berbagai upaya tersebut, pada 2008 kami rugi Rp 80 miliar tapi pada 2013 ini keuntungan kami sudah mencapai Rp 400 miliar,” ungkap Joko.(detik.com)