Pembelian Obligasi, Direksi Mesti Bertanggungjawab

Rabu, 10 September 2014 16:25
Pembelian Obligasi, Direksi Mesti Bertanggungjawab

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Anggota Komisi B DPRD Provinsi Riau H Mansyur HS meminta para jajaran direksi Bank Riau Kepri mempertanggung jawabkan atas pembelian obligasi seharga RP 26 milyar. Pasalnya, jika tidak maka persoalan tersebut akan membawa kerugian lebih besar lagi bagi Bank Riau Kepri.

“Mereka (direksi) harus terbuka dan memberi penjelasan kepada publik, kepada masyarakat Riau Kepri dan atau kepada para pemegang saham. Jangan ada yang disembunyikan. Jangan ditutup-tutupi, apalagi jika ada kesalahan atau pelanggaran. Pemegang saham harus aktif dan meminta pertanggung jawaban,” ujar Mansyur kepada BertuahPos.com diruang kerjanya, Rabu (10/9/2014).

Advertisement

Pembelian obligasi dengan bunga rendah tersebut sangat disayangkan politisi PKS ini. Pasalnya, bunga kupon obligasi yang diberi Bank Riau Kepri tersebut sangat rendah dibawah suku bunga yang ada, termasuk bila dibandingkan bunga kupon obligasi yang dikeluarkan Bank Riau Kepri (BRK).

BACA JUGA:  DPRD Riau Dorong Vaksinasi Covid-19 Sampai ke Tingkat Kampung-Kampung

Bahkan lebih rendah lagi dari suku bunga Bank Indonesia. Bunga kupon yang dibeli itu hanya 6.625 persen, sementara bungakupon obligasi yang dijual BRK sebesar 10,40 persen. “Ini aneh, kenpa bisa, direksi harus memberi penjelasan secara terbuka, tanpa ada yang ditutupi. Kalau ada pelanggaran, pemegang saham harus memberi sanksi,”sebutnya.

Baca: DPR RI Pastikan Dana Haji Tak Digunakan untuk Infrastruktur

Sebagaimana dilansir sebelumnya, untuk kerugian real akibat kupon dibandingkan bunga kredit saja, terjadi selesih Rp 2,188 milyar. “Sederhananya, dengan nilai yang sama yakni Rp 26, 137 milyar dengan rate obligasi 6.625 maka nilai kupon yang diterima setahun 1,371 milyaran dan sementara dengan KAG nilai yang sama dan rate 15 persen, maka bunga KAG yang diterima setahun 3,920 miliar. Artinya terjadi selisih kerugian real sebesar RP 2,188 milyar,” ujarnya.(yogi)

BACA JUGA:  DPRD Minta Pemprov Riau Benahi Infrastruktur di 2022
NO OBLIGASI PENJUAL NOMINAL (RP) KUPON

%

HARGA PEROLEHAN 25 Juli 14
% % Nilai Setelah Penyesuaian Pendapatam Bunga Yadit
1 FR0065 BANK PANIN 20.000.000.000 6.625% 104.258 20.851.560.000 16.287.000.000 110.416.667
2 FR0065 BANK PANIN   6.137.000.000 6.625% 103.892   6.375.858.177   4.997.665.650 33.881.354
TOTAL 26.137.000.000 Â 27.227.418.177 21.284.665.950 144.298.021

Â