Muhammadiyah Tak Pernah Membatasi Sifat Allah

Jumat, 12 November 2021 12:07
Muhammadiyah Tak Pernah Membatasi Sifat Allah
Shalat berjemaah. (Melba/Bertuahpos)

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Dalam Himpunan Putusan Tarjih (HPT) persoalan akidah dikemukakan secara sederhana. Persoalan Akidah dibahas dalam Kitab Iman sebagai keputusan Kongres Muhammadiyah ke-18 di Solo tahun 1929. 

Di dalamnya dinyatakan bahwa setiap muslim wajib beriman kepada Allah sebagai al-Ilahul Haq, yang menciptakan segala sesuatu.

Allah itu pasti dan wajib adanya (wajib al–wujud). Dialah yang pertama tanpa permulaan dan Maha Akhir tanpa penghabisan (al–awwalu bila bidayah wa al-akhiru bila nihayah).

Al-Awwal atau yang pertama tanpa permulaan, sering disebut juga dengan sifat qidam dan berakhir tanpa penghabisan, sering juga disebut dengan baqa. 

Baca: Kak Seto: Mendidik Anak Itu Perlu Orang se-Kampung

Tiada sesuatu yang menyamai-Nya, atau biasa disebut Mukhalafatu lil Hawaditsi (berbeda dengan makhluk). Yang Esa tentang ketuhanan, sifat dan af’al-Nya, kadang disebut dengan wahdaniyah. Dan lain sebagainya.

Di satu sisi, butir-butir tauhid yang dituntunkan oleh Muhammadiyah ini mirip dengan konsep 13 atau 20 sifat wajib bagi Allah khas Asy’ariyah. 

Namun, dengan catatan bahwa Muhammadiyah menghindari untuk membicarakan hal-hal yang tidak tercapai oleh akal, sehingga cukuplah berpikir mengenai makhluk-Nya untuk membuktikan kekuasaan dan kebijaksanaan-Nya. 

Muhammadiyah juga menganggap bahwa sifat Allah tidak terbatas karena Allah itu Maha Mutlak tanpa adanya batasan.

Di sisi yang lain, uraian Kitab Iman lebih mirip dengan cara penulisan Hanbali, persoalan akidah dijelaskan melalui ayat-ayat dan hadis. 

Kitab Iman dibangun di atas landasan rukun Islam yang lima dan rukun iman yang enam dan diikuti dengan dalil-dalil yang meneguhkan keimanan dan keyakinan umat. 

Akan tetapi, penjelasan iman ini juga berbeda dengan kaum salafi, Ibnu Taimiyah dan pengikutnya yang membagi kepada Rububiyah, Uluhiyah dan asma’ wasifat.

Adanya irisan dan kemiripan ijtihad Muhammadiyah dengan beragam kelompok menunjukkan bahwa Persyarikatan yang didirikan KH. Ahmad Dahlan tahun 1912 ini begitu terbuka dengan pluralitas aliran dalam Islam. 

Muhammadiyah tidak mengikuti suatu mazhab tetapi pada saat yang bersamaan tidak anti dengan pandangan mazhab. Pandangan mereka hanya sebatas pilihan, bukan sebagai keharusan.

Nampaknya, Himpunan Putusan Tarjih Muhammadiyah ingin terlepas dari perdebatan teologis yang tidak produktif antara Murji’ah, Khawarij, Jabariyah, Qadariyah, Mu’tazilah, Asy’ariyah, Maturidiyah dan lainnya.

Muhammadiyah tidak ingin melupakan hal-hal yang lebih esensial dan nyata seperti menciptakan kesejahteraan umat dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

(Artikel ini disadur dari website resmi www.muhammadiyah.co.id/bpc2)

Berita Terkini

Kamis, 02 Desember 2021 19:23

2 Korban Dilaporkan Meninggal dalam Insiden Kebakaran Gedung Cyber 1

Dua korban meninggal adalah pengunjung gedung

Kamis, 02 Desember 2021 18:06

Al-Azhar Kecam Serbuan Israel di Mesjid Ibrahimi

Serangan itu merupakan tindakan terang-terangan terhadap kesucian Islam.

Kamis, 02 Desember 2021 17:24

Obat Alami Untuk Leher yang Kaku dan Tegang

Terlalu lama duduk di depan laptop, atau tidur dengan posisi yang salah bisa membuat leher terasa kaku dan sakit

Kamis, 02 Desember 2021 17:14

Matangkan Pembukaan S2 Manajemen Dakwah, FDK UIN Suska Riau Studi ke Fidkom UIN Syahid

Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Sultan Syarif Kasim Riau (UIN Suska Riau) menggesa pembukaan program studi magister (S2).

Kamis, 02 Desember 2021 16:30

KS Tiga Naga Degradasi, CEO Klub Minta Pemain Bertahan

CEO KS Tiga Naga, Rudi Sinaga meminta pemainnya untuk tetap bertahan, walau musim depan mereka akan berlaga di Liga 3.

Kamis, 02 Desember 2021 16:20

Tips Cara Gampang Terhindar Dari Sakit Batu Ginjal

Tak ada siapa pun yang ingin terkena penyakit, apalagi jenis sakit yang menyerang organ vital dalam tubuh seperti batu ginjal.

Kamis, 02 Desember 2021 15:33

Persembahan Spesial Hotel Khas Pekanbaru, Minuman Laksamana Mengamuk

Hotel Khas Pekanbaru memiliki persembahan istimewa, minuman khas Melayu Riau, Laksamana Mengamuk.

Kamis, 02 Desember 2021 15:28

Matangkan Rencana Politik, 3 Syarat Maju Pilpres 2024 Menurut Ridwan Kamil

Ridwan Kamil—Gubernur Jawa Barat ungkap rencana politiknya dalam beberapa tahun ke depan.

Kamis, 02 Desember 2021 14:37

Di City, Pep Guardiola Kalahkan Rekor Sir Alex Ferguson

Pelatih Manchester City, Pep Guardiola memecahkan rekor kemenangan milik Sir Alex Ferguson di Manchester United (MU).

Kamis, 02 Desember 2021 13:10

Soal Kekosongan Jabatan Kadiskes, Syamsuar Pastikan Tak Ganggu Penanganan Covid-19

“Kami pastinya penanganan covid-19 akan tetap berjalan seperti biasanya.”