• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 8, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Menolak Vaksin, Sudah Sejak Zaman Dahulu

Romi J. by Romi J.
8 Agustus 2021
106
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Saat ini, penolakan untuk divaksin Covid-19 masih digaungkan beberapa tokoh. Penolakan ini juga disertai beberapa pendapat dan opini masing-masing.

Namun, penolakan vaksin tidak hanya terjadi saat ini. Sejak zaman dahulu, sejarah sudah mencatat ada penolakan vaksin.

Dilansir dari beberapa sumber, sejak zaman dulu, masyarakat ternyata juga menolak vaksinasi. Alasannya terkadang lucu, takut anaknya dijadikan makanan buaya.

Abad 17, wabah cacar menyerang Ambon, Jawa, dan Sumatera. Wabah cacar juga menyerang Malaka pada tahun 1651 dan menghilangkan sepertiga penduduknya.

Berkaca di pengalaman tersebut, pada tahun 1818, pemerintah kolonial Belanda mengeluarkan kebijakan vaksinisasi cacar. Area vaksinisasi cacar dibagi per distrik untuk memudahkan penyebarannya vaksin.

Namun, banyak masyarakat yang enggan anaknya diberikan vaksin. Seperti di Pulau Bawean pada tahun 1821. Penduduk pulau menolak vaksin dengan alasan tak disetujui ulama.

Alasan penolakan paling tidak masuk akal terjadi di Madiun pada tahun 1831. Muncul isu bahwa vaksin hanyalah akal-akalan residen untuk mengambil anak-anak dan dijadikan makanan buaya. Akibatnya, banyak orang tua yang melarikan anaknya ke hutan. (bpc4)

Tags: menolak vaksinvaksinzaman dahulu
Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Romi J.

Romi J.

Editor: Hendra
Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Menkes Ungkap Efek Samping Vaksin AstraZeneca — Pemicu Penyakit Langka
Kesehatan

Menkes Ungkap Efek Samping Vaksin AstraZeneca — Pemicu Penyakit Langka

...

Read moreDetails

Kedaruratan Covid-19 Belum Berakhir, Ahli Epidemilogi Himbau Masyarakat Untuk Lengkapi Vaksin Dan Trus Lakukan Prokes

Dinkes Pekanbaru: Vaksin Meningitis tidak Tersedia di Puskesmas 

Panik, Tiket Masih Tinggi Vaksin Meningitis pun Langka

vaksin pmk riau

Antisipasi Penyebaran PMK, Riau Akan Terima 4.200 Dosis Vaksin

vaksinasi PMK

Vaksinasi PMK Sudah Dimulai di Indonesia

Next Post

Wakil Bupati Inhil Ikuti Rapat Koordinasi tentang Penanggulangan Lonjakan Covid-19

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.