Lebih 70% Dosen Akui Kekerasan Seksual Terjadi di Perguruan Tinggi

Kamis, 11 November 2021 10:56
Lebih 70% Dosen Akui Kekerasan Seksual Terjadi di Perguruan Tinggi
Ilustrasi

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Menurut survei dari Kemendikbud, 77% dosen mengakui bahwa tindak kekerasan seksual terjadi di lingkup perguruan tinggi di Tanah Air. Hal tersebut disampaikan oleh Mendikbud Ristek Nadiem Makarim berdasarkan hasil survei mandiri yang dilakukan oleh pihaknya terkait kekerasan seksual di tahun 2020.

Angka ini tentu saja mengindikasikan bahwa tindakan kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi, menjadi hal yang perlu mendapat perhatian serius. “Kami melakukan survei sendiri di tahun 2020, hasilnya 77% dari dosen yang disurvei menyatakan kekerasan seksual itu pernah terjadi di kampus. Ini dosen ya bukan mahasiswa,” jelasnya dalam talkshow Mata Najwa, Rabu, 10 November 2021.

Nadiem mengungkapkan dari 77% tersebut sebanyak 63% diantaranya memilih untuk tidak melaporkan tindakan kekerasan seksual tersebut, padahal mereka mengetahui. Salah satu faktor penyebabnya, kata dia, para dosen dihantui dengan stigma negatif masyarakat yang akan disematkan kepada penyintas.

Fakta-fakta tersebut, kata dia, menjadi salah satu faktor utama terbitnya Permendikbud Nomor 30/2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi menjadi penting dan mendesak untuk segera dilakukan. “Kami sebagai pemerintah sudah menyadari bahwa ini adalah situasi gawat darurat,” tuturnya. “Dimana-mana sudah terjadi dan perlu aturan yang tegas.”

Baca: Klaim BMKG, Tak Melulu Tsunami Akibat Gempa Bumi

Dia menegaskan, rasa aman, nyaman belajar lingkungan kampus tidak akan pernah ada selama tindakan – tindakan kekerasan seksual tidak dihentikan. Nadiem juga menyebut ada banyak kasus kekerasan seksual di perguruan tinggi yang tidak diakhiri dengan penyelesaian lantaran tak ada kebijakan atau regulasi yang mengatur hal tersebut.

“Yang terdeteksi selama ini hanya segelintir dari banyaknya kasus kekerasan seksual di perguruan tinggi yang masih belum terungkap. Dengan aturan ini kita semua berharap tidak kekerasan seksual di instansi pendidikan dapat ditekan serendah mungkin. Aturan juga diharapkan bisa memberi rasa aman dan nyaman bagi seluruh sivitas akademik ketika beraktivitas di dalam dan luar kampus. (bpc2)

Berita Terkini

Sabtu, 27 November 2021 05:32

Menang Lawan Myanmar, Tae-Yong: Kepercayaan Diri Pemain Naik

Meski menilai masih banyak kekurangan pasca menang 4-1 melawan Myanmar pada Kamis malam, pelatih Shin Tae-yong menilai kepercayaan diri pemain timnas mulai meningkat.

Sabtu, 27 November 2021 05:00

Catatan Sejarah 27 November: Hari Lahir Abraham Samad, Ketua KPK ke-4

Selama menjabat sebagai Ketua KPK RI ke-4 2011-2015, Abraham Samad mengklaim telah memyelamatkan uang negara dengan nilai triliunan rupiah.

Jumat, 26 November 2021 20:04

Syamsuar: Jamkrida Kerjanya Jangan Monoton

BUMD dorong untuk meniingkatkan dividen

Jumat, 26 November 2021 19:18

APBD Lelet Pembangunan Seret

OPINI

Jumat, 26 November 2021 16:10

Sederet Pebisnis ‘Raksasa’ Incar Ibu Kota Negara Baru

Para pengembang menyatakan kepastian untuk melakukan investasi di Tanah Borneo.

Jumat, 26 November 2021 15:30

Erick Thohir Sebut BUMN Buka Peluang Kerjasama dengan Riau

Peluang kerjasama selalu terbuka untuk daerah.

Jumat, 26 November 2021 15:25

Temui Anggota DPR RI dan Kepala Balai Pengelola Transportasi, Wabup Meranti Minta Akses Transportasi Terkoneksi ke Provinsi

Dari 12 Kabupaten Kota di Riau, hanya Meranti yang belum selesai akses transportasi darat untuk menuju ke ibu kota Provinsi (Pekanbaru)

Jumat, 26 November 2021 15:09

Menang Besar Lawan Myanmar, Pemain Timnas Jangan Jumawa

Ketua Umum PSSI, Mochammad Iriawan atau Iwan Bule meminta pemain timnas jangan merasa puas ataupun jumawa dengan kemenangan 4-1 atas Myanmar, Kamis malam tadi.

Jumat, 26 November 2021 15:01

Ketua PAEI Riau Minta Pemerintah Tegas Jalankan Aturan Terkait Larangan Mudik Saat Nataru 2022

Riau harus berkaca dari pengalaman di tahun lalu