• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 8, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Keluarga Minta Pelaku Dihukum Berat, Korban Perkosa Ponpes Bandung Alami Trauma Histeris

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
11 Desember 2021
Pemerkosa anak

Ilustrasi pemerkosaan anak. (Foto: Net)

113
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, BANDUNG — Pihak keluarga korban pemerkosaan meminta pelaku, HW (36)—-pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Bandung—dihukum seberat-beratnya. Saat ini korban mengalami trauma histeris setelah apa yang dia alami.

Bagi korban, kasus pemerkosaan itu meninggalkan luka mendalam. Begitulah yang diungkapkan salah satunya korban yang berasal dari Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Tinggal di salah satu Desa di Kabupaten Garut, salah satu korban terpuruk dan tak bisa melupakan kejadian yang menimpanya sejak 2016 tersebut. Keluarga menyebut perilaku korban belakangan ini menunjukkan tanda trauma berat.

“Trauma cukup berat. Kalau ingat dia suka nangis tiba-tiba, histeris,” kata keluarga korban yang juga pengurus di desa tersebut, Jamaludin (bukan nama sebenarnya) seperti dikutip dari CNNIndonesia.com, Sabtu, 11 Desember 2021.

Pendampingan untuk para korban, kata Jamaludin, masih terus berjalan. Bahkan sebelum kasus mencuat, para korban telah mendapat pendampingan dari pemerintah, baik dari pemerintah Kabupaten Garut, Provinsi hingga pemerintah pusat.

“Dari psikolog juga sudah rutin melakukan pendampingan, ada juga dari lembaga saksi dan korban,” kata dia.

Jamaludiin mengatakan penjara terasa terlalu ringan untuk pelaku yang dianggap telah merusak masa depan belasan santriawatinya lainnya. Memang kata dia, hukum di akhirat akan tetap berjalan tapi hukum di dunia juga harus ditegakkan. Para korban mendapat luka yang sangat dalam, maka pelaku harus mendapat ganjaran yang setimpal.

“Jangan pernah dikeluarkan dari penjara. Hukum, kurung terus di sana. Jangan dikeluarkan. Lalu dikebiri, dipotong kemaluannya biar dia tahu apa yang dirasakan anak-anak ini,” kata Jamal berapi-api.

Jamaludin tak hanya marah atas perbuatan HW, tapi kecewa karena apa yang dia titipkan tidak dijaga dengan semestinya. “Kami mengantarkan mereka untuk diajari ilmu agama. Ini malah dicabuli pakai kedok agama. Bejat,” kata dia.

Saat ini kasus tersebut telah masuk ke Pengadilan Kelas IA Bandung. Terdakwa telah menjalani persidangan atas kejahatan yang dia lakukan. Sidang akan kembali dilanjutkan pada 21 Desember mendatang dengan agenda pemeriksaan saksi. (bpc2)

Tags: HWpemerkosaanponpes bandung
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

mempekosa remaja
Berita

Parah! 6 Bocah Lelaki Gilir Remaja 11 tahun 

...

Read moreDetails
Pelecehan Seksual Pada anak

LPAI Riau Ajak Masyarakat Kawal Proses Hukum Kasus Pemerkosaan Anak di Bawah Umur

menyetubuhi kambing

Setubuhi Kambing, Pria Lanjut Usia di Malaysia Dipenjara 6 Tahun

Mabes Polri Tak Akan Ambil Alih Kasus Pemerkosaan Anak Di Luwu Timur

Identitas Ibu Korban Tersebar, LBH Makassar Tak lagi Percaya Penyelidikan

SSUCv3H4sIAAAAAAAACoxVyW7bMBC9F+g/GDxXAFdJzD8U6KE9FTlQJG0TlkRBpNIaQf691EKJsuOkN2vmzZvhm8WvX78cDqASzkjwdHgdv8K3qevB+V54Y9tght8We69bpfvUopXxtjeiTo2V8PLcikYHYzvU9Wh+m5zAeeEHp12SzJ0H73XvvJWXYCaRRShb6Tur6rVonDcT+WbVnXXGd2frrUsdUrQTxeQJDrSy16K5psjOtoqlBvcwtrFuS7VaESb9MSWozGkXv6Uyf70YDYkwUnh9CkrupIl9+T1/H6JjeZoPLvBD267WYOGeKx+q0fNT69aBaJ/zPCD5bpzUdS1abQf3HtcesHLOP55XUU+6laOqawogQ7+8edGN6C/ap2+ZJMMr1/P84y3RpNe1FvOwLFGAQymRyGWGFBEZxVpkZSlZJrRi6AgrimE5Uc41gcufMFpNqunVDu0prQPkBWZzUPKULkzkNPwJDkJIN3FAzkpIYlxSthiUsUnGFytFPU1lAup6I81UyOtisf487VYMk6FQ349qgpgU1NZ2ogrtfjocA6eO9rNwLsBVtKeDFTbZNkme1vpJ0oUVqDB54yciGJU5IZARmEPKGQbpzp5N4JnKiQUOXW2F0mrX75ttRqwgHELO2KbbbrFnACIkAex2fAXkCeBm3SOG0g1zt70Rk/DEIxB9LK5ocg9WX8J9fxoWUB5v4N2ViAC8AeLBmH1B/CT77e2YMZSgIqlwOSOLLy/QskLrBRuqxoRu/EeHSp5W9k6HOCzYo9I54uiz5nCM8Ycd5rikn72f0xI96lAYMfhIG75/3dZ1ihinBN+fnim5UR/8T4FfoWEIFxgStO7nTjhAIBm14Zs/6gYaXbfXCyuDcgjiHPMVom7kAwTxghJWwA2SqgdQTiFlKK7rO+IBQsYBK+FGEbUDCPEyHMByi47SgVAdynESFIUDmORCorLMwjWWGVVShyusaYYYLXSBKnhU82Fc1DTjBIIjZ3kZ7ksmUIEzeiQo45UsMgqrojrmWGGGQtTbPwAAAP//AwAMeMyplAgAAA==

Polri Sebut Kasus ‘Tiga Anak Saya Diperkosa’ di Luwu Sesuai Prosedur

Next Post

Jaga Stamina Selama Piala AFF 2020, Tae-yong Bedakan Variasi Latihan Pemain Timnas

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.