Gelapkan Pajak Hingga Rp14,3 Miliar, Direktur Utama PT Surisenia Plasma Taruna Diadili

Rabu, 05 Januari 2022 21:39
Gelapkan Pajak Hingga Rp14,3 Miliar, Direktur Utama PT Surisenia Plasma Taruna Diadili

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Achmad Lukman alias Luki, Direktur Utama PT Surisenia Plasma Taruna, Rabu 5 Januari 2022, diadili di Pengadilan Negeri Pekanbaru. Ia didakwa tidak menyetorkan pajak hingga Rp14,3 miliar yang telah dipungut dari rekan bisnisnya.

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum, Lusi Yetri Man Mora SH, yang dibacakan di hadapan majelis hakim yang diketuai Dr Dahlan SH MH, disebutkan perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 39 ayat (1) huruf d Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2007 Tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata cara Perpajakan Jo Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

Dalam dakwaan disebutkan perbuatan terdakwa Achmad Lukman, dilakukan antara bulan Juli 2014 sampai dengan bulan Maret 2015. Perbuatan terdakwa bermula bahwa PT Surisenia Plasma Taruna dengan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) 01.850.981.0-221.000 terdaftar sebagai Wajib Pajak di KPP Pratama Bangkinang Pekanbaru sejak tanggal sejak 23 Juli 2012, kemudian dikukuhkan menjadi PKP (Pengusaha Kena Pajak) pada tanggal 24 Juli 2012 dan sampai dengan saat ini.

Status Wajib Pajak adalah AKTIF dengan lokasi usaha Wajib Pajak, di Jl. Lintas Pasir Sosa – KM 33, Tali Kumain, Tambusai, Kabupaten Rokan Hulu, Riau dan Lokasi Kantor, Jalan Tambak Nomor 33 A, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat dengan Kegiatan usaha pada masa Juli 2014 sampai dengan Maret 2015 adalah bergerak di bidang industri minyak kelapa sawit berupa Crude Palm Oil (CPO), Palm Kernel (PK), Cangkang dan turunannya.

Baca: Sekda Siak Minta TP2GD Bahas Tuntas Mekanisme Pengusulan Gelar Tengku Buwang Asmara Jadi Pahlawan Nasional

PT Surisenia Plasma Taruna selama masa pajak Juli 2014 sampai dengan Maret 2015 melakukan Penyerahan Barang dan atau Jasa (Penjualan) kepada lawan transaksi (klien/customer) antara lain PT SAWIT RAYA NUSANTARA, PT. MULTI PRIMA AGRO, PT. SAMUDERA SAWIT SUBUR, PT. BUMI WIDOROKONDANG, CV XELIN MAJU SEJAHTERA, CV. STESHA MITRA PERKASA, CV. RIMBA ALAMSYAH, dan CV. LOJAYA MAKMUR.

Atas transaksi penyerahan barang dan atau jasa kepada para klien/customer selama masa pajak Juli 2014 sampai dengan Maret 2015 PT. SURISENIA PLASMATARUNA telah menerbitkan Faktur Pajak dan memungut Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari para lawan transaksi.

Diketahui PT. SURISENIA PLASMATARUNA pada bulan Juli 2014 telah melakukan penjualan CPO dan jasa titip olah kepada PT. Sawit Raya Nusantara sebanyak 7 kali dengan Dasar Pengenaan Pajak (DPP) sebesar Rp. 26.227.748.818 dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang telah dipungut sebesar Rp. 2.622.774.881. Dari PPN yang telah dipungut oleh Terdakwa tersebut pada awalnya telah dibuatkan Surat Pemberitahuan (SPT) Masa Juli 2014 dengan status nihil dan kemudian dilakukan pembetulan ke 1 tanggal  14 April 2015 dengan status kurang bayar, sehingga Terdakwa selaku Direktur Utama hanya menyetorkan PPN yang telah dipungut dari PT. Sawit Raya Nusantara tersebut sebesar Rp. 94.707.044, dari jumlah yang seharusnya disetor sebesar Rp2.622.774.881.

Selanjutnya untuk bulan Agustus 2014, PT. SURISENIA PLASMATARUNA telah melakukan penjualan CPO dan Palm Kernel (PK) kepada :

1)    PT. Sawit Raya Nusantara sebanyak 11 kali DPP sebesar Rp 25.140.279.364 dan PPN yang telah dipungut sebesar Rp2.514.027.936. PT Multi Prima Agro sebanyak 1 kali dengan DPP sebesar Rp. 6.936.363.636 dan Pajak PPN yang telah dipungut sebesar Rp693.636.363. Dengan total DPP sebesar Rp32.076.643.000 dan PPN yang telah dipungut sebesar Rp 3.207.664.300.

Dari PPN yang telah dipungut oleh PT. SURISENIA PLASMATARUNA tersebut pada awalnya telah dibuatkan SPT Masa Agustus 2014 dengan status nihil dan kemudian dilakukan pembetulan ke 1 tanggal  3 Juni 2015 dengan status kurang bayar, sehingga Terdakwa selaku Direktur Utama hanya menyetorkan PPN yang telah dipungut dari PT. Sawit Raya Nusantara dan  PT. Multi Prima Agro tersebut sebesar Rp. 337,615,368 dari jumlah yang seharusnya disetor sebesar Rp3.207.664.300.

Demikian juga dengan transaksi dengan perusahaan lainnya. Sehingga diketahui total kerugian pada pendapatan negara sebesar  Rp. 14.377.061.564. (bpc17)

Berita Terkini

Kamis, 27 Januari 2022 22:09

Kasus Omicron Muncul di Sumbar, Anggota Dewan Minta Pemprov Riau dan Pemko Pekanbaru Awasi Perbatasan

15 kasus Covid-19 Omicron terdeteksi di Provinsi Sumatera Barat, Pemprov Riau dan Pemko Pekanbaru diminta segera ambil tindakan

Kamis, 27 Januari 2022 21:10

Debut Timnas Indonesia vs TImor Leste, Ronaldo Kwateh Trrending Topik

Timnas Indonesia vs Timor Leste di FIFA Matchday, Kamis (27/1) malam WIB. Fakta dan rekor menarik terjadi yang dibuat Ronaldo Kwateh

Kamis, 27 Januari 2022 18:02

Covid Omicron Muncul di Sumbar, PAEI Riau Minta Warga Tak Panik

Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) melaporkan kemunculan 15 kasus Covid-19 varian Omicron di wilayahnya, per 27 Januari 2022.

Kamis, 27 Januari 2022 17:15

Sore Ini Muncul 38 Hotspot di Sumatera, BMKG: Satu Titik di Bengkalis

Puluhan hotspot atau titik panas muncul di Pulau Sumatera, Kamis sore 27 Januari 2022. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi ada satu titik muncul di Provinsi Riau

Kamis, 27 Januari 2022 17:07

Warga Kampung Miliarder di Tuban yang Kaya Mendadak Karena Jual Tanah ke Pertamina, Kini Nganggur dan Susah Cari Makan

Masih ingat desa miliarder di Tuban yang kaya mendadak karena tanahnya dibeli oleh Pertamina? Kini terbaru banyak warga mulai kesulitan memenuhi kebutuhan hidup sebab jadi pengangguran

Kamis, 27 Januari 2022 16:30

Ditanya Deddy Corbuzier Soal KUA Blacklist Namanya, Ini Kata Vicky Prasetyo

Vicky Prasetyo bercerai dengan Kalina Oktarani. Terbaru Vicky diundang ke channel youtube Deddy Corbuzier

Kamis, 27 Januari 2022 16:10

Covid Omicron Muncul di Sumbar, Syamsuar Belum Ada Rencana Pengetatan Wilayah Perbatasan

Riau sejauh ini belum ada rencana untuk melakukan pengetatan dan penyekatan wilayah perbatasan.

Kamis, 27 Januari 2022 15:42

Anggota DPRD Riau Soroti Kasus BB Ilegal Loging di Kuansing yang Tiba-tiba Hilang

Hilangnya BB berupa alat berat dalam kasus ilegal loging di Kuansing sangat mencurigakan.

Kamis, 27 Januari 2022 15:35

Ini yang Tak Bisa Dilupakan Andre Taulany Dengan Tukul Arwana

Andre Taulany menjenguk Tukul Arwana yang sedang sakit. Andre menyampaikan kondisi Tukul sudah semakin membaik.

Kamis, 27 Januari 2022 15:05

Moderna Inc Laporkan Produksi Vaksin Khusus Omicron Sudah Separuh Jalan

Penelitian yang mereka lakukan untuk vaksin khusus melawan Covid Omicron sudah setengah jalan.