Gas Elpiji Non Subsidi Naik, Pengamat: Pertamina Sama Saja Bikin Masalah!

Selasa, 28 Desember 2021 17:02
Gas Elpiji Non Subsidi Naik, Pengamat: Pertamina Sama Saja Bikin Masalah!
Petugas Bright Store mengenalkan tabung gas elpiji keluaran pertamina berwarna pink di SPBU Pertamina Abdul Muis, Jakarta,Senin (19/10/2015). Pertamina meluncurkan Bright Gas varian baru pekan ini dengan kisaran harga Rp70 ribu.(Liputan6.com/Angga Yuniar)

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU Pengamat kebijakan publik M Rawa El Amady menilai kebijakan Pertamina menaikkan harga gas elpiji 12 Kg dan 5,5 Kg (non subsidi), sangat tidak etis di tengah kondisi ekonomi masyarakat saat ini.

“Kalau harga gas naik, itu (Pertamina) cari masalah namanya. Di tengah kondisi ekonomi masyarakat seperti ini, sangat tidak etis kalau Pertamina menaikkan harga gas elpiji,” kata Rawa, saat dihubungi Bertuahpos.com, Selasa, 28 Desember 2021 di Pekanbaru.

Dia mengatakan, PT Pertamina sebagai BUMN sejatinya menjadi perpanjangan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap energi, terutama gas elpiji yang kini telah menjadi bagian dari kebutuhan masyarakat.

Dengan catatan, kehadiran perusahaan plat merah tersebut seharusnya andil dalam kesejahteraan masyarakat. Oleh sebab itu, kata dia, sangat tidak etis jika Pertamina menaikan harga gas elpiji untuk saat ini. “Namanya BUMN seharusnya, bukan cuma mikirin untung,” tuturnya.

Baca: Pemprov Riau Pastikan Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Rohil Terapkan Prokes Covid-19

Rawa pun menegaskan, pemerintah harus mengambil kebijakan dengan melepas harga gas ke pasar lepas. Dengan demikian, harga gas elpiji akan bersaing dengan harga pasar, sehingga tidak terjadi praktik monopoli harga yang berdampak kepada masyarakat.

“Kalau begini kan sudah monopoli namanya, tidak etis. Apalagi kenaikan harga gas secara tiba-tiba, masyarakat tidak tahu apapun sebelumnya, tiba-tiba harga sudah tinggi. Nggak bisa seperti ini terus,” katanya.

Dia menambahkan, sejak pemerintah menghapus minyak tanah dan masyarakat semuanya bermigrasi ke gas elpiji, kehadiran gas elpiji sudah menjadi kebutuhan hajat hidup orang banyak. 

Adanya kebijakan seperti ini sama saja ‘pemaksaan’ kepada masyarakat, sebab mau tau tidak, suka tak suka masyarakat tetap harus membeli gas untuk kebutuhan hidup mereka. “Makanya lebih bagus lepas ke pasar aja lah, biar pasar yang menentukan harga. Sistem seperti itu jauh lebih fair,” ujar Rawa.

Diberitakan Bertuahpos.com sebelumnya, pihak Pertamina sendiri membenarkan bahwa pihaknya telah melakukan penyesuaian harga gas elpiji 12 Kg dan 5,5 Kg (non subsidi), sejak 25 Desember 2021 lalu.

Area Manager Communication Relation & CSR Sumbagut PT Pertamina Patra Niaga, Taufikurachman mengatakan alasan harga elpiji 12 Kg lantaran adanya tren harga Contract Price Aramco (CPA) LPG mengalami peningkatan tertinggi di November mencapai 847 USD/Metrik Ton (MT), atau meningkat 57% sejak Januari 2021. 

“Harga ini juga merupakan harga CPA tertinggi sejak tahun 2014 lalu. Terakhir Pertamina melakukan penyesuaian harga LPG pada tahun 2017 lalu. Penyesuaian harga LPG non subsidi ini mengikuti tren CPA dengan tetap mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Selasa, 28 Desember 2021.

Diakuinya, penyesuaian harga hanya dilakukan untuk elpiji non subsidi atau 7,5% dari porsi konsumsi nasional. Besaran penyesuaian harga elpiji non subsidi tersebut berkisar antara Rp1.600 sampai Rp2.300 per tabungnya. “Porsi konsumsi elpiji non subsidi sangat kecil dibanding konsumsi elpiji nasional,” ucapnya.

Selain itu, kata Taufikurachman, untuk elpiji subsidi 3 Kg tidak mengalami penyesuaian harga. Harga Eceran Tertinggi (HET) elpiji subsidi akan tetap mengacu kepada pemerintah daerah setempat. “Jadi masyarakat tidak perlu khawatir, hanya elpiji non subsidi yang mengalami penyesuaian harga,” tambahnya. 

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut juga memastikan penyesuaian harga LPG ini diimbangi dengan jaminan stok dan distribusi berjalan lancar. Dia menghimbau agar masyarakat membeli elpiji di pangkalan resmi Pertamina.

“Apabila masyarakat mengalami kesulitan atau membutuhkan informasi terkait ketersediaan produk-produk Pertamina, masyarakat dapat menghubungi layanan pelanggan 24 jam melalui Pertamina Call Center 135,” tuturnya. (bpc2)

Berita Terkini

Kamis, 27 Januari 2022 22:09

Kasus Omicron Muncul di Sumbar, Anggota Dewan Minta Pemprov Riau dan Pemko Pekanbaru Awasi Perbatasan

15 kasus Covid-19 Omicron terdeteksi di Provinsi Sumatera Barat, Pemprov Riau dan Pemko Pekanbaru diminta segera ambil tindakan

Kamis, 27 Januari 2022 21:10

Debut Timnas Indonesia vs TImor Leste, Ronaldo Kwateh Trrending Topik

Timnas Indonesia vs Timor Leste di FIFA Matchday, Kamis (27/1) malam WIB. Fakta dan rekor menarik terjadi yang dibuat Ronaldo Kwateh

Kamis, 27 Januari 2022 18:02

Covid Omicron Muncul di Sumbar, PAEI Riau Minta Warga Tak Panik

Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) melaporkan kemunculan 15 kasus Covid-19 varian Omicron di wilayahnya, per 27 Januari 2022.

Kamis, 27 Januari 2022 17:15

Sore Ini Muncul 38 Hotspot di Sumatera, BMKG: Satu Titik di Bengkalis

Puluhan hotspot atau titik panas muncul di Pulau Sumatera, Kamis sore 27 Januari 2022. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi ada satu titik muncul di Provinsi Riau

Kamis, 27 Januari 2022 17:07

Warga Kampung Miliarder di Tuban yang Kaya Mendadak Karena Jual Tanah ke Pertamina, Kini Nganggur dan Susah Cari Makan

Masih ingat desa miliarder di Tuban yang kaya mendadak karena tanahnya dibeli oleh Pertamina? Kini terbaru banyak warga mulai kesulitan memenuhi kebutuhan hidup sebab jadi pengangguran

Kamis, 27 Januari 2022 16:30

Ditanya Deddy Corbuzier Soal KUA Blacklist Namanya, Ini Kata Vicky Prasetyo

Vicky Prasetyo bercerai dengan Kalina Oktarani. Terbaru Vicky diundang ke channel youtube Deddy Corbuzier

Kamis, 27 Januari 2022 16:10

Covid Omicron Muncul di Sumbar, Syamsuar Belum Ada Rencana Pengetatan Wilayah Perbatasan

Riau sejauh ini belum ada rencana untuk melakukan pengetatan dan penyekatan wilayah perbatasan.

Kamis, 27 Januari 2022 15:42

Anggota DPRD Riau Soroti Kasus BB Ilegal Loging di Kuansing yang Tiba-tiba Hilang

Hilangnya BB berupa alat berat dalam kasus ilegal loging di Kuansing sangat mencurigakan.

Kamis, 27 Januari 2022 15:35

Ini yang Tak Bisa Dilupakan Andre Taulany Dengan Tukul Arwana

Andre Taulany menjenguk Tukul Arwana yang sedang sakit. Andre menyampaikan kondisi Tukul sudah semakin membaik.

Kamis, 27 Januari 2022 15:05

Moderna Inc Laporkan Produksi Vaksin Khusus Omicron Sudah Separuh Jalan

Penelitian yang mereka lakukan untuk vaksin khusus melawan Covid Omicron sudah setengah jalan.