Buntut Nonton Ikatan CInta, Demokrat: Harusnya Mahfud Punya Rasa Cinta pada Penderitaan Rakyat Terdampak PPKM

Jumat, 16 Juli 2021 13:14
Buntut Nonton Ikatan CInta, Demokrat: Harusnya Mahfud Punya Rasa Cinta pada Penderitaan Rakyat Terdampak PPKM
Menkopolhukam Mahfud MD.

BERTUAHPOS.COM — Politisi Demokrat Irwan mengkritik Menko Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD yang dapat kesempatan nonton Sinetron Ikatan Cinta selama PPKM Darurat Jawa-Bali. DIa mengatakan sinetron itu berhasil menaikkan imun tubuh di tengah pandemi corona (Covid-19).

“Menonton sinetron Ikatan Cinta memang berhasil menaikkan imun tubuh Prof. Mahfud, tapi membuat empatinya drop,” kata Irwan kepada wartawan, Jumat, 16 Juli 2021.

Irwan menyatakan Mahfud seharusnya mempunyai ikatan rasa dan cinta dengan penderitaan rakyat yang terdampak PPKM Darurat. Mahfud juga disebut seharusnya mempunyai tanggung jawab moral dengan beragam pernyataan blunder dan meremehkan pandemi Covid-19.

“Prof. Mahfud harusnya punya ikatan rasa dan cinta dengan apa yang diderita rakyat saat ini di tengah pembatasan berkehidupan,” ujar anggota Komisi V DPR RI itu.

Baca: Ahli Ungkap Penerima Vaksin Sinovac Harusnya Dapat 3 Kali Suntikan Vaksin

BACA JUGA:  Ini Akan Jadi Sejarah Jika SBY Benar-benar Akan Demo Istana

Seperti ramai diberitakan sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengungkap kesehariannya di tengah keterbatasan PPKM Darurat Jawa-Bali. Salah satunya menonton sinetron Ikatan Cinta di televisi.

“PPKM memberi kesempatan kepada saya nonton serial sinetron Ikatan Cinta. Asyik juga sih, meski agak muter-muter,” kata Mahfud dalam akun Twitternya.

Mahfud bahkan mengkritik jalan cerita sinetron tersebut. Dia menilai, cerita tidak sesuai dengan ketentuan hukum pidana yang berlaku. Dia pun mempertanyakan penahanan salah satu tokoh dalam sinetron tersebut, Sarah, lantaran mengaku membunuh Roy.

“Tapi pemahaman hukum penulis cerita kurang pas. Sarah yang mengaku dan minta dihukum karena membunuh Roy langsung ditahan. Padahal pengakuan dalam hukum pidana itu bukan bukti yang kuat,” bebernya. (bpc2)