Wah..wah..Gubri Annas Rentan Dibulying Loh

Sabtu, 16 Agustus 2014 11:51
BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU- Masih hangat diingatan, Annas Maamun sempat menjadi objek pembahasan warga di seantero dunia maya, saat musibah kabut asap dan ucapan kontroversialnya. Bahkan ragam foto editan sebagai bentuk protes bermunculan dan dengan beredar luas.
 
Namun, mudahnya peredaran informasi itu terkadang membawa dampak negatif, terutama ketika informasi itu tidak benar. Menurut pengamat media sosial, Firdaus El Hadi M Sc saat berbincang dengan bertuahpos.com, salah satu faktor penyebabnya dikarenakan orang nomor satu di Riau tersebut kurang akrab dengan media sosial. “Ya bisa dikatakan seperti itu,” ujarnya, Sabtu (16/08/2014).

Sambung Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi UIN Suska Riau ini, jejaring sosial memiliki kekuatan sendiri. Secara teori media social ataupun blog merupakan fifth estate.

 
“Menjadi kekuatan sendiri setelah pers. Kekuatan baru ini karena adanya media baru yaitu internet Media sosial ini juga dapat menggiring opini public terutama apabila yang menyampaikan orang yang follower atau teman yang banyak di media sosial,” sebutnya.

Sehingga bila pemimpin suatu daerah tak akrab dengan media sosial maka bakal rentan beredarnya informasi yang tidak benar atau bernada provokasi menimbulkan konflik horizontal seperti terjadi di berbagai daerah. Termasuk pemberitaan suatu daerah yang kerap dikritisi masyarakatnya sendiri.

Baca: Sore dan Malam Riau Juga Berpeluang Hujan

Untuk itu dirasa perlu Pemimpin daerah tidak hanya Gubernur Riau, Annas Maamun, bupati juga mesti ikut interaktif lewat medsos agar tak terkena Bullying. “Harusnya seorang kepala daerah dapat memanfaatkan media sosial untuk berkomunikasi dengan rakyatnya,” ujarnya.

Dirinya memaparkan dengan kondisi masyarakat khususnya Riau maupun kabupaten lainnya yang mulai melek teknologi, medsos bisa menguntungkannya sebagai pemimpin daerah. Sebab  mereka tak perlu memiliki media massa untuk menyapa rakyatnya.

Firdaus mencontohkan tidak sedikit pemimpin di Indonesia yang rajin menggunakan media sosial. “Seperti Ridwan Kamil Walikota Bandung. Dia rajin menyapa warganya melalui media sosial dan rajin menanggapi keluhan warganya. Ya jadi lebih dekat,” sebutnya.

Terlebih lagi dalam mensosialisasikan suatu kebijakan, bakal bisa lebih cepat dan bakal langsung ditanggapi. Sebab pemimpin yang berkomunikasi lewat medsos tidak lagi satu arah, mereka bisa mendengar langsung tanggapan dari masyarakatnya.

Namun dirinya menyebutkan kritikan yang bermunculan di media sosial tentunya mesti ditanggapi kepala daerah secara arif. “Kritik menjadi cermin bagi pemimpin untuk memperbaiki kebijakannyadengan sering mendengar kritik, pemimpin akan lebih baik dan dicintai rakyatnya,” tutupnya. (riki)

 

Berita Terkini

Selasa, 26 Mei 2020 20:05

Yuk Buat Kue Ongol-ongol untuk Lebaran, Ini Resepnya

RESEP MASAK

Selasa, 26 Mei 2020 20:03

Pasca Libur Idul Fitri, Sekda Sidak Absensi ASN, Ini Hasilnya

BERTUAHPOS.COM, RENGAT – Hari ini merupakan hari pertama bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk masuk ngantor usai libur hari raya idul fitri 1440 Hijirah….

Selasa, 26 Mei 2020 17:55

3 Daerah di Riau Diusulkan Jadi Pilot Project New Normal

#NEWNORMAL #COVID-19

Selasa, 26 Mei 2020 15:38

Penggunaan Anggaran COVID-19 Perlu Diawasi Ketat

#REGIONAL

Selasa, 26 Mei 2020 15:18

Kemenag Tunda Pengumuman Keberangkatan Jemaah Haji 1 Juni Nanti

#ISLAMPEDIA #HAJI

Selasa, 26 Mei 2020 14:30

Dishub Riau Sebut Data Pemudik Tahun Ini Tak Bisa Dibandingkan

#PSBB #REGIONAL