Sukseskan GSB, Fasilitas Sekolah Perlu Ditambah

Selasa, 17 September 2013 14:59

BERTUAHPOS (PEKANBARU) – Gerakan Sekolah Bersepeda di Kota Pekanbaru perlu ditunjang dengan penambahan fasilitas sekolah di kawasan padat penduduk, seperti Kecamatan Tampan. Dengan fasilitas bangunan sekolah yang sudah cukup, murid tak perlu jauh-jauh lagi sekolah dan layak menggunakan sepeda karena cukup dekat jarak sekolah dengan rumah.


“Itulah solusi yang bagus. Kalau sekarang masih banyak anak-anak mengaku tak pakai sepeda karena jarak rumah dan sekolahnya jauh, tak memungkinkan bila pakai sepeda,” kata anggota DPRD Kota Pekanbaru Kamaruzaman SH.


Politisi Partai Demokrat ini juga memaparkan, bahwa solusi tersebut memang berat, mengingat anggaran yang ada di Pemerintah Kota Pekanbaru saat ini minim dan tidak memungkinkan untuk melakukan penambahan sekolah di Pekanbaru. Hanya saja, solusi ini bisa diangsur setiap tahunnya, dimana dalam satu anggaran, dialokasikan kepada pembangunan sekolah baru di daerah padat penduduk.

“Setiap kecamatan ada sekolah, dan sekolah itu juga sekolah unggulan. Tak ada alasan lagi murid tempatan sekolah di daerah lain dengan alasan mengejar sekolah unggulan,” terang Kamaruzaman.
Menurutnya, program Pemerintah Kota Pekanbaru Gerakan Sekolah Bersepeda cukup baik. Jika hal itu berhasil, maka berbagai dampak negatif dari pelajar yang menggunakan kendaraan bermotor selama ini ke sekolah akan dapat teratasi. Misalnya geng motor, aksi ugal-ugalan di jalan raya, serta aksi kompoi bermotor saat kelulusan sekolah.

Baca: KUA-PPAS RAPBD Anggaran 2016 di Tanda Tangani Bupati dan Ketua DPRD Inhil


“Beban biaya sekolah juga dapat diminimalisir. Orangtua tak perlu mengeluarkan uang kredit motor atau uang bensing setiap hari. Juga polusi udara dapat sedikit dikurangi,” tutur Kamaruzaman.


Mengenai masih banyak murid di sekolah unggulan seperti SMAN 1, SMAN 8 Pekanbaru yang menggunakan kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat, Kamaruzaman menilai hal tersebut lambat laun akan berkurang jika bangunan sekolah ditambah di setiap kecamatan dan setiap kecamatan itu terdapat sekolah unggulan.


“Kalau sekarang alasan murid pakai motor karena sekolah unggulan jauh dari kediamannya, maka sudah saatnya sekolah yang ada di kecamatan semuanya menjadi sekolah unggulan,” pintanya. (wan)