Kajian Sufi: Orang Arif Itu Tidak Mencampuri Urusan Allah

Senin, 29 Mei 2017 09:47

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU – Tekad adalah kekuatan jiwa yang bisa mempengaruhi segala sesuatu. Orang-orang Sufi menyebutnya dengan himmah. Sebenarnya, tekad ini tidak akan berpengaruh apapun kecuali dengan takdir dan ketentuan Allah SWT.

“Tekad yang kuat tidak akan mampu menembus dinding takdir,” ujar Ibnu Atha’illah Al-Iskandar yang dikutip dalam kitab Tasawuf Sepanjang Masa, Al Hikam.

Dia menjelaskan bahwa orang yang arif itu tidak akan pernah mencampuri urusan Allah SWT. Hikmah di atas telah mengatakan hikmah sebelum dan sesudahnya. Seakan Ibnu Atha’illah ingin menyatakan bahwa keinginanmu tidak akan ada gunanya bila berbeda dengan keinginan Tuhan mu.

Jika tekad yang kuat saja tidak akan menghasilkan apa-apa kecuali dengan takdir dan izin Allah SWT, apalagi dengan tekad yang lemah. Hikmah ini bertujuan untuk mendinginkan api ketamakan yang menyala-nyala di dalam hati manusia. Manusia yang selalu meyakini bahwa segala sesuatu bergantung pada usahamu sendiri dan pasti akan berhasil. 

Baca: Catatan Sejarah 31 Maret: Pasukan Kopasandha Menyerbu, Drama Pembajakan Garuda Woyla Berakhir

Pandangan seperti ini ditujukan kepada mereka yang berusaha untuk mendalami tasawuf untuk menjadi seperti orang sufi. Mungkin agak sedikit sulit dicerna. Namun yang demikian inilah, sebuah kajian mendasar pada kalbu.

“Istirahatkan dirimu dari kesibukan mengurusi duniamu. Sebab urusan itu telah diatur Allah. Tidak perlu kau sibuk ikut campur,” tambahnya penuh makna. 

Dia menjelaskan, bahwa seseorang kerap sekali merencanakan berbagai hal bagi dirinya sesuai dengan nafsunya. Kemudian untuk menggapai rencana itu, manusia melakukan berbagai pekerjaan. Manusia sadar bahwa hal ini akan sangat melelahkan, bahkan mungkin pula kecewa. 

Dengan menggunakan lafaz ‘istirahat’ Ibnu Atha’illah ingin menjelaskan bahwa mereka dituntut untuk meninggalkan segala perkara yang menyebabkan mereka letih dari penderitaan. Kecuali jika perencanaan tersebut ditujukan untuk sekedar memenuhi kebutuhan hidup dan tidak sampai memberatkan. (al-hikam/bpc3)