Ini Ruas Jalan Yang Rawan Longsor dan Gempa Bumi di Pulau Jawa dan Sumatra

Sabtu, 10 Agustus 2013 09:55
BERTUAHPOS, MERAK – Pemerintah daerah dan pemudik diminta berhati-hati saat melintasi sejumlah ruas jalan yang dianggap rawan gempa bumi dan longsor.
 
Berdasarkan data Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), setidaknya 33 kecamatan di Jawa yang memiliki potensi gerakan tanah tinggi, sehingga dapat berakibat pada gempa bumi dan longsor.
 
Di Jawa Barat, pemudik diminta waspada saat melintasi jalur Sukabumi-Pelabuhan Ratu, Jonggol-Cariu-Cianjur, Padalarang-Purwakarta, Cianjur-Sindangbarang, Bandung-Cianjur, Bandung-Garut. Kemudian juga jalur Garut-Tasikmalaya, Nagreg-Malangbong, dan Sumedang-Kadipaten.
 
Di Jawa Tengah, ada jalur Purwokerto-Tegal, Purworwjo-DIY, dan Karanganyar-Magetan yang memiliki potensi pergerakan tanah tinggi. Selanjutnya di Jawa Timur ada jalur Pare-Pujon, Pasuruan-Tosari, Situbondo-Besuki, dan Bondowoso-Situbondo yang harus diwaspadai.
 
Sementara ruas jalan yang harus diwaspadai di Sumatra adalah, jalur Liwa-Krui di Lampung Barat, Muaraaman-Lubuklinggau di Sumatra Selatan, Bengkulu-Kepahiang di Bengkulu, Lubuk Padang-Lubuk Selasih di Sumatra Barat, dan Kotanopan-Muarasipongi di Sumatra Utara.
 
Menteri ESDM Jero Wacik juga menegaskan data tersebut telah dikirim kepada pemerintah daerah agar waspada. Bahkan, dirinya telah meminta pemda menyiapkan alat berat di sejumlah titik yang dianggap rawan untuk mempercepat proses evakuasi jika terjadi tanah longsor dan gempa bumi.
 
Badan Geologi juga telah membentuk tim tanggap darurat yang siap merespon setiap bencana alam. Badan itu juga melibatkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan pihak terkait di daerah untuk terus melakukan pemantauan.
 
Saat ini juga ada satuan tugas Badan Geologi di Kantor Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi yang terletak di Jalan Diponogoro, Bandung.
 
(bisnis.com)