• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 7, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Mahfud MD Sebut Purbaya Tumbang Akibat Komunikasi yang Buruk?

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
15 September 2026
Mahfud MD Sebut Purbaya Tumbang Akibat Komunikasi yang Buruk?
147
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM — Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, menilai ada dua penyebab utama tumbangnya Purbaya Yudhi Sadewa dari kursi Menteri Keuangan. Pertama, komunikasi publiknya buruk. Kedua, substansi urusannya juga tidak beres.

Penilaian itu disampaikan Mahfud menanggapi pergantian Menteri Keuangan dari Purbaya kepada Suahasil Nazara, youtube Mahfud MD Official. Mahfud mengapresiasi langkah Presiden yang dinilai tanggap terhadap keluhan masyarakat.

“Satu, tentu kita apresiasilah Presiden. Tanggap ya. Meskipun tidak terlalu besar lompatannya. Tapi, ini sebuah upaya perbaikan. Pilihan kepada Pak Suahasil menurut saya oke juga. Dia seorang birokrat profesional,” kata Mahfud.

Mahfud mengaku pernah bekerja dengan Suahasil selama empat hingga lima tahun ketika dirinya menjabat Menko. Ia menilai Suahasil cukup profesional. Mahfud berharap pergantian ini bisa memperbaiki keadaan.

Terkait komunikasi publik, Mahfud menyoroti gaya Purbaya yang dinilai sesumbar dan menganggap segala hal mudah. Menurut dia, sikap itu berbeda jauh dengan Sri Mulyani.

“Ada seorang pakar kan bicara, ‘Anda kan bukan ekonom, nggak tahu apa-apa’ kan gitu kan di depan forum. Atau ‘Anda belajar dululah’,” ujar Mahfud mencontohkan kalimat yang sering muncul dari mulut Purbaya saat berbicara di forum publik.

Mahfud juga menyinggung perseteruan Purbaya dengan Ferry Irwandi di sebuah podcast. Menurutnya, itu contoh komunikasi yang tidak proper oleh Menteri Keuangan. Ia menilai janji-janji Purbaya tidak ada yang bisa ditepati dan seringkali berubah-ubah.

Dari sisi substansi, Mahfud menyinggung proyek kereta cepat Whoosh. Awalnya Purbaya menyatakan proyek itu tidak akan ditanggung negara karena tidak memakai APBN. Namun, kemudian berbelok dan masuk ke APBN. Mahfud menyoroti perjanjian Whoosh yang hingga kini tidak ada dokumennya dan tidak pernah melalui DPR.

“Pak Purbaya mengatakan bukan APBN, begitu ramai masyarakat harusnya Danantara, lalu sekarang berbelok lagi masuk ke APBN lagi,” kata Mahfud. Menurutnya, proyek itu akhirnya harus dicicil pemerintah Rp1 triliun per tahun selama 80 tahun.

Mahfud juga menyoroti isu Bea Cukai yang sempat disebut Presiden akan dibubarkan. Purbaya saat itu mengatakan kalau tidak beres bisa ditutup. Namun, hal itu tidak terjadi meski muncul kasus korupsi yang ditangani KPK.

Terkait keluhan pejabat daerah, Mahfud menilai pernyataan Purbaya soal 490 daerah yang hampir tidak bisa menggaji karyawan meresahkan masyarakat. Menurut dia, Menteri Keuangan seharusnya membangun optimisme dan memberi harapan.

Mahfud juga menyinggung debat kusir Purbaya dengan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, di media soal dana bagi hasil. Menurutnya, komunikasi publik seharusnya dilakukan dengan cara yang lebih baik.

“Terlalu percaya diri berlebihan, menganggap sesuatu itu mudah ditangani,” ujar Mahfud.

Tags: APBNBea cukaiFerry IrwandiKomunikasi PublikMahfud mdmenteri keuanganPramono AnungPurbaya Yudhi SadewaSuahasil NazaraWhoosh
Share4Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

272 Unit Rumah Swadaya Rampung, Kepulauan Meranti Jadi Penerima BSPS Terbanyak di Riau
Ekonomi

272 Unit Rumah Swadaya Rampung, Kepulauan Meranti Jadi Penerima BSPS Terbanyak di Riau

...

Read moreDetails
Rebound IHSG Pascapergantian Menteri Keuangan Dinilai Belum Solid

Kredibilitas Fiskal Jadi PR Berat Suahasil, Analis Bidik soal Disiplin Fiskal

Rebound IHSG Pascapergantian Menteri Keuangan Dinilai Belum Solid

Rebound IHSG Pascapergantian Menteri Keuangan Dinilai Belum Solid

Proyeksi Inflasi 2026 Capai 3,13%, El Nino Godzilla Jadi Risiko Terbesar

Proyeksi Inflasi 2026 Capai 3,13%, El Nino Godzilla Jadi Risiko Terbesar

Cuaca Riau 21 Agustus 2026 Cerah Berawan, Hotspot di Pelalawan 35 Titik. Dampak Karhutla

Karhutla Bisa Jadi Shock Ekonomi, Bukan Sekadar Bencana Lingkungan

Agar Defisit Tidak Membengkak, Anggaran MBG untuk 2027 Perlu Dipangkas

Agar Defisit Tidak Membengkak, Anggaran MBG untuk 2027 Perlu Dipangkas

Next Post

APHI Riau Gotong Royong dan Kolaborasi Tingkat Tapak Cegah dan Pemadaman Karhutla Paling Efektif

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.