BERTUAHPOS.COM — Pemerintah Provinsi Riau bersama pemerintah pusat terus mendorong program percepatan perbaikan rumah masyarakat melalui Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Program ini mencakup total 7.046 unit rumah yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di Riau, dengan progres pembangunan yang terus meningkat.
Plt Gubernur Riau SF Hariyanto mengatakan, program tersebut menunjukkan kemajuan baik dari sisi penyaluran bantuan maupun pembangunan fisik di lapangan. Hal ini disampaikannya usai pembahasan bersama Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (BP3KP) Sumatera III di Kantor Gubernur Riau, Rabu, 23 September 2026.
“Hari ini kami bersama Kepala Balai Perumahan membahas progres Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Bapak Presiden. Alhamdulillah, progres fisik di Provinsi Riau menunjukkan peningkatan,” ujar SF Hariyanto.
Ia menjelaskan, progres pembangunan setiap rumah saat ini bervariasi, mulai dari tahap awal hingga rumah yang telah selesai dibangun. Total bantuan mencapai 7.046 unit yang tersebar di seluruh kabupaten/kota. “Saat ini, progres pembangunan bervariasi mulai dari 30%, 50%, hingga yang sudah rampung 100% sebanyak 272 unit,” jelasnya.
Program ini menggunakan anggaran pemerintah pusat dan ditargetkan seluruh pembangunan dapat diselesaikan pada tahun 2026. Pemerintah daerah juga mulai menyiapkan usulan program lanjutan untuk tahun berikutnya, dengan realisasi yang akan disesuaikan kemampuan pusat.
Kepala BP3KP Sumatera III, Iswanto, menuturkan pelaksanaan BSPS di Riau saat ini mencakup 7.046 unit rumah swadaya yang bersumber dari APBN sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Terkait pelaksanaan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), sekarang kita bangun di sini ada 7.046 unit rumah swadaya. Bantuan ini merupakan dari dana APBN sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto,” tutur Iswanto.
Proses penyaluran bantuan telah mencapai sekitar 3.000 unit, sementara pembangunan fisik yang telah selesai dikerjakan mencapai 276 unit.
“Penyaluran dana saat ini sudah mencapai sekitar 3.000 unit, dengan fisik rumah yang selesai dibangun sebanyak 276 unit. Penyaluran anggaran ditargetkan selesai pada pertengahan Oktober, sedangkan seluruh pengerjaan fisik ditargetkan rampung sepenuhnya pada akhir Desember,” ungkapnya.
Setiap penerima memperoleh bantuan sebesar Rp20 juta yang disalurkan langsung dari pemerintah ke rekening bank penerima. Bantuan bedah rumah ini diprioritaskan bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang memiliki Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan masuk dalam kelompok ekonomi desil empat.
Dari total alokasi tersebut, Kabupaten Kepulauan Meranti menjadi daerah dengan jumlah penerima terbanyak, yakni 1.000 unit rumah.
“Alokasi terbesar berada di Kabupaten Kepulauan Meranti, yaitu sebanyak 1.000 unit. Karena wilayah tersebut memiliki jumlah masyarakat yang membutuhkan bantuan cukup tinggi,” kata Iswanto.









