BERTUAHPOS — Dalam undang-undang no. 40 tahun 2007 pasal 1 ayat 3 tentang perseroan terbatas, menjelaskan bahwa Tanggung-jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) adalah komitmen perseroan untuk berperan dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan guna meningkatkan kualitas kehidupan dan lingkungan yang bermanfaat, baik bagi perseroan sendiri, komunitas setempat, maupun masyarakat pada umumnya.
Menurut Hongyan Zhao dalam Corporate social responsibility research in international business journals: An author co-citation analysis, tanggung jawab sosial perusahaan merupakan faktor penting dalam daya saing bisnis yang berkelanjutan.
“Cara itu dapat membuat perusahaan membangun kepercayaan terhadap konsumen untuk jangka panjang, sebagai dasar model bisnis yang berkelanjutan untuk menciptakan lingkungan di mana perusahaan dapat berinovasi dan tumbuh,” tulisnya dalam International Business Review (vol. 27.2 – April 2018).
Dukungan terhadap fasilitas menjadi bagian dari cara BRK Syariah mendekatkan diri kepada masyarakat. Lewat Program TJSL menjadi salah satu wujud komitmen bank daerah tersebut untuk hadir tidak hanya sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai mitra pembangunan sosial di Provinsi Riau dan Kepulauan Riau.
Perbankan yang Tumbuh Bersama Masyarakat
Dalam beberapa tahun terakhir, konsep tanggung jawab sosial perusahaan mengalami perubahan. Program CSR tidak lagi sekadar kegiatan simbolik, tetapi diarahkan untuk memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Hal yang sama juga terlihat dalam pendekatan TJSL yang dijalankan BRK Syariah. Program ini dirancang untuk menyentuh berbagai sektor kehidupan masyarakat, mulai dari pendidikan, kegiatan sosial, hingga sarana keagamaan.
Sebagai bank pembangunan daerah, BRK Syariah memiliki posisi yang cukup strategis. Bank ini tumbuh dari daerah, berkembang bersama masyarakat, dan sebagian besar nasabahnya juga berasal dari masyarakat lokal.
“Karena itu, kontribusi sosial perusahaan tidak hanya dipandang sebagai kewajiban korporasi, tetapi juga sebagai bagian dari tanggung jawab moral kepada masyarakat yang menjadi basis pertumbuhannya,” kata Pelaksana Tugas Direktur Utama BRK Syariah, Helwin Yunus.
Dalam dua tahun terakhir, berbagai kegiatan TJSL dilaksanakan di berbagai kabupaten dan kota di Riau serta Kepulauan Riau. Salah satu program yang cukup sering dilakukan adalah bantuan untuk pengembangan sarana ibadah.
Di Kabupaten Pelalawan, misalnya, BRK Syariah menyalurkan bantuan Rp150 juta untuk tiga masjid, masing-masing Rp50 juta pada tahun 2025. Dana tersebut dimanfaatkan untuk memperbaiki fasilitas, memperluas ruang ibadah, serta mendukung berbagai kegiatan keagamaan masyarakat.
Bantuan juga diberikan kepada Masjid Raya Pekanbaru sebesar Rp50 juta, yang digunakan untuk mendukung kegiatan operasional dan aktivitas keagamaan di masjid tersebut.
Sementara di Kabupaten Bengkalis, bantuan Rp50 juta disalurkan untuk Masjid Arafah di Duri sebagai bagian dari program sosial yang dilakukan bersama masyarakat.
Bagi BRK Syariah, dukungan terhadap sarana ibadah memiliki makna yang lebih luas. “Selain memperkuat kegiatan keagamaan, masjid juga menjadi pusat aktivitas sosial masyarakat,” tambah Helwin Yunus.
Di banyak daerah, masjid menjadi tempat kegiatan pendidikan, diskusi masyarakat, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan. Dengan memperkuat fasilitas tersebut, bank berharap bisa ikut mendorong kehidupan sosial masyarakat yang lebih aktif.
Membangun Generasi Melek Keuangan
Selain kegiatan sosial keagamaan, pendidikan menjadi salah satu fokus utama program TJSL BRK Syariah. Bank ini aktif menjalankan berbagai kegiatan literasi keuangan bagi pelajar melalui program seperti Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) serta kegiatan Bank Goes to School.
Program tersebut bertujuan memperkenalkan dunia perbankan kepada generasi muda sejak dini. Para pelajar tidak hanya diajak membuka rekening tabungan, tetapi juga diberikan pemahaman tentang cara mengelola keuangan secara sederhana.
Mereka belajar tentang pentingnya menabung, mengatur uang saku, hingga memahami bagaimana sistem perbankan syariah bekerja. Pada 2024, BRK Syariah membuka 11.400 rekening Tabungan Simpel secara massal bagi pelajar di Riau dan Kepulauan Riau.
Secara keseluruhan, jumlah rekening tabungan pelajar yang dikelola bank ini telah mencapai lebih dari 166 ribu rekening dengan total dana tabungan sekitar Rp34,68 miliar. Angka ini menunjukkan meningkatnya kesadaran generasi muda untuk mulai menabung sejak usia sekolah.
Di beberapa sekolah, kegiatan literasi keuangan bahkan dikemas dalam bentuk diskusi santai. Para siswa diajak berdialog tentang kebiasaan mengelola uang jajan, pentingnya perencanaan keuangan, hingga mengenal prinsip dasar ekonomi syariah.
Pendekatan seperti ini dinilai lebih efektif karena pelajar dapat memahami konsep keuangan dengan cara yang sederhana dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Menggarap sektor pendidikan lewat program TJSL merupakan salah satu komitmen BRK Syariah yang dapat mendorong memperkuat literasi keuangan generasi muda. Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Riau, Triyoga Laksito, apresiasi upaya itu.
Penyaluran TJSL lewat Program KEJAR itu bertujuan mengajarkan pelajar mengelola keuangan sejak dini melalui pembukaan rekening tabungan atas nama mereka sendiri. Program ini juga sejalan dengan gerakan Hari Indonesia Menabung (HIM) yang mendorong kebiasaan menabung di kalangan generasi muda.
“Besar harapan kami kepada Bapak/Ibu Kepala Sekolah untuk mendukung penuh program Satu Rekening Satu Pelajar yang biasa kami sebut Program KEJAR. Kami yakin kegiatan edukasi dan literasi keuangan ini dapat membentuk generasi muda yang cerdas dan mandiri secara finansial,” ujar Triyoga.
Di sisi lain, OJK memiliki tugas penting dalam menjaga stabilitas sistem keuangan, melakukan pengawasan prudensial, serta meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat melalui berbagai program edukasi.
Salah satunya melalui Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan yang menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah, Bank Indonesia, dan OJK.
“Kegiatan ini bukan sekadar seremonial. Kami akan terus mengevaluasi target program ini, bahkan Kabupaten Kepulauan Meranti menjadi salah satu daerah yang akan kami survei implementasinya,” kata Triyoga.
Menjangkau Komunitas dan Kegiatan Sosial
Tidak hanya berhenti pada rumah ibadan dan pendidikan, program TJSL BRK Syariah juga menyasar berbagai komunitas masyarakat. Bantuan sosial seperti paket sembako, dukungan kegiatan masyarakat, hingga bantuan bagi warga yang terdampak musibah menjadi bagian dari kegiatan yang rutin dilakukan.
Helwin Yunus menjelaskan, di sejumlah daerah, kegiatan sosial tersebut sering digelar bersamaan dengan agenda pemerintah daerah maupun kegiatan kemasyarakatan lainnya. Kolaborasi ini membuat program TJSL tidak berjalan sendiri, “tetapi menjadi bagian dari gerakan sosial yang melibatkan banyak pihak,” ujarnya.
Pendekatan tersebut juga memperkuat hubungan antara bank daerah dan masyarakat. Ketika masyarakat melihat bank hadir dalam berbagai kegiatan sosial, hubungan yang tercipta tidak hanya sebatas hubungan antara nasabah dan lembaga keuangan. Lebih dari itu, bank menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat.
Kinerja Bisnis yang Menguat
Kemampuan perusahaan menjalankan berbagai program sosial tentu tidak terlepas dari kinerja bisnis yang stabil. Dalam beberapa tahun terakhir, BRK Syariah mencatat pertumbuhan kinerja yang cukup baik.
Pada 2024, bank ini mencatat laba bersih sekitar Rp339 miliar dengan total aset mencapai lebih dari Rp30 triliun. Pertumbuhan tersebut memberikan ruang bagi perusahaan untuk terus menjalankan berbagai program sosial secara berkelanjutan.
“Bagi manajemen, program TJSL bukan sekadar kewajiban yang harus dipenuhi perusahaan. Program ini menjadi bagian dari identitas BRK Syariah sebagai bank daerah yang tumbuh bersama masyarakat,” ujar Helwin Yunus.***









