• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Minggu, November 1, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Pengujian Awal Obat Baru untuk Kanker Prostat Menunjukkan Hasil Memuaskan

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
28 Februari 2026
Pengujian Awal Obat Baru untuk Kanker Prostat Menunjukkan Hasil Memuaskan

Kanker Prostat.

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS — Sebuah obat imunoterapi baru bernama VIR-5500 menunjukkan hasil awal yang menjanjikan dalam uji klinis fase satu pada pasien kanker prostat stadium lanjut.

Terapi ini dilaporkan mampu menurunkan kadar penanda kanker dan mengecilkan tumor pada sebagian pasien yang sebelumnya tidak lagi merespons pengobatan lain.

Kanker prostat merupakan salah satu kanker paling umum pada pria di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat dan Inggris.

Secara global, sekitar 1,5 juta pria didiagnosis kanker prostat setiap tahun, menjadikan penyakit ini tantangan besar dalam dunia onkologi.

Dikutip dari The Guardian, Sabtu, 28 Februari 2026, penelitian terbaru yang dipimpin oleh Profesor Johann de Bono dari Institute of Cancer Research dan Royal Marsden NHS Foundation Trust, menjelaskan bahwa VIR-5500 merupakan antibodi rekayasa yang dirancang untuk menghubungkan sel T pembunuh dengan sel tumor prostat.

Berbeda dari imunoterapi sebelumnya yang kurang efektif pada kanker prostat—yang kerap disebut sebagai “penyakit imun-dingin”—VIR-5500 dirancang agar aktif hanya di dalam lingkungan tumor.

Pendekatan ini bertujuan meminimalkan efek samping inflamasi berat sekaligus memperpanjang waktu kerja obat di dalam tubuh.

Dalam uji klinis yang melibatkan 58 pria dengan kanker prostat stadium lanjut, sebagian besar peserta (88 persen) hanya mengalami efek samping ringan.

Peneliti kemudian memantau kadar antigen spesifik prostat (PSA), biomarker yang umum digunakan untuk menilai aktivitas penyakit.

Pada 17 pasien yang menerima dosis tertinggi, 82 persen mengalami penurunan kadar PSA setidaknya 50 persen. Bahkan, lebih dari separuh pasien mencatat penurunan hingga 90 persen, dan hampir sepertiga mengalami penurunan hingga 99 persen.

Dari 11 pasien dengan tumor terukur pada dosis tertinggi, lima orang menunjukkan penyusutan tumor yang signifikan.

Dalam satu kasus, seorang pria berusia 63 tahun dengan metastasis ke hati menunjukkan respons luar biasa, dengan 14 lesi di hati dilaporkan hilang setelah enam siklus terapi.

Hasil ini dipresentasikan dalam simposium kanker genitourinari yang diselenggarakan oleh American Society of Clinical Oncology di San Francisco. Namun, data tersebut masih menunggu publikasi ilmiah dan peninjauan sejawat.

Profesor Charlotte Bevan dari Imperial College London, yang tidak terlibat dalam studi ini, menyebut perkembangan imunoterapi untuk kanker prostat sebagai langkah potensial membuka kelas obat baru.

Meski demikian, ia menekankan pentingnya uji lanjutan dengan partisipan dari berbagai latar etnis untuk memastikan efektivitas dan keamanan yang merata.

Sementara itu, Simon Grieveson dari Prostate Cancer UK menyebut temuan ini sebagai perkembangan yang menggembirakan. Ia mengingatkan bahwa lebih dari 12.000 pria meninggal akibat kanker prostat setiap tahun di Inggris, sehingga kebutuhan terhadap terapi inovatif sangat mendesak.

Uji klinis lanjutan kini tengah direncanakan untuk mengevaluasi efektivitas VIR-5500 dalam skala yang lebih besar. Jika hasilnya konsisten, imunoterapi ini berpotensi menjadi terobosan baru dalam pengobatan kanker prostat stadium lanjut yang selama ini memiliki opsi terapi terbatas.***




 

Tags: insightkesehatanpenelitian
Share4Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

4 Manfaat Kol Ungu dan Cara Terbaik Mengonsumsinya
Kesehatan

4 Manfaat Kol Ungu dan Cara Terbaik Mengonsumsinya

...

Read moreDetails
Ketahui 5 Manfaat Buah Salak untuk Ibu Hamil dan Efek Sampingnya

Ketahui 5 Manfaat Buah Salak untuk Ibu Hamil dan Efek Sampingnya

4 Khasiat Buah Sukun untuk Kesehatan, Buah Tropis Mirip Buah Nangka

4 Khasiat Buah Sukun untuk Kesehatan, Buah Tropis Mirip Buah Nangka

Deretan 4 Manfaat Bunga Telang untuk Wanita yang Harus Kamu Ketahui

Deretan 4 Manfaat Bunga Telang untuk Wanita yang Harus Kamu Ketahui

4 Manfaat Lidah Buaya untuk Kecantikan, Salah Satunya Bikin Kulit Lembap

3 Manfaat Lidah Buaya untuk Kecantikan, Salah Satunya Bikin Kulit Lembap

5 Manfaat Senam Aerobik bagi Tubuh, Selain Menurunkan Berat Badan

5 Manfaat Senam Aerobik bagi Tubuh, Selain Menurunkan Berat Badan

Next Post
Iran Serang Basis Militer AS di Qatar hingga UEA, Teluk Memanas Usai Gempuran Israel

Iran Serang Basis Militer AS di Qatar hingga UEA, Teluk Memanas Usai Gempuran Israel

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.