INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak terbatas pada perdagangan Jumat, 31 Oktober 2025. BRI Danareksa Sekuritas dalam riset terbarunya menyebutkan, IHSG pada perdagangan sebelumnya ditutup menguat tipis sebesar 0,22% ke level 8.184 dengan nilai net foreign buy mencapai Rp945 miliar.
Kenaikan indeks didorong oleh penguatan sektor teknologi, energi, dan keuangan yang mendapat sentimen positif dari pemangkasan suku bunga The Fed serta rilis kinerja emiten kuartal III-2025 yang solid. Meski demikian, analis memperkirakan ruang penguatan IHSG mulai terbatas.
“Sentimen pasar masih cukup terjaga, namun potensi aksi ambil untung bisa membatasi penguatan dengan kisaran support di level 8.088 dan resistance di 8.200,” tulis BRI Danareksa Sekuritas dalam riset hariannya, Jumat, 31 Oktober 2025.
Dari pasar global, indeks utama di Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Kamis waktu setempat. Dow Jones Industrial Average turun 0,23% ke level 47.522,12, S&P 500 melemah 0,99% ke level 6.822,34, dan Nasdaq terkoreksi 1,57% ke posisi 23.581,14. Pelemahan ini turut menahan optimisme investor di bursa Asia, termasuk Indonesia.
Dalam rekomendasi teknikalnya, BRI Danareksa Sekuritas menyarankan empat saham pilihan untuk trading harian, yaitu KLBF, UNTR, INCO, dan MDKA. Keempat saham tersebut dinilai masih memiliki potensi penguatan jangka pendek berdasarkan pola pergerakan harga dan volume transaksi.
Untuk KLBF, tren pergerakan menunjukkan arah bullish dengan kenaikan volume signifikan. Selama harga bertahan di atas support 1.275–1.300, saham ini berpotensi melanjutkan penguatan ke level 1.375–1.430.
Sementara UNTR masih menunjukkan tren positif setelah menembus resistance di 27.200–27.450. Saham ini diperkirakan dapat melanjutkan kenaikan menuju resistance berikutnya di 28.575–29.125.
Adapun INCO berhasil menembus resistance 4.550 disertai lonjakan volume, membuka peluang kenaikan ke area 4.840–5.000. Sedangkan MDKA membentuk pola ascending triangle dan berhasil menembus neckline di 2.450, dengan potensi penguatan lanjutan ke level 2.620–2.740.
Dengan sentimen positif dari kebijakan The Fed dan peluang teknikal sejumlah saham, pelaku pasar diimbau tetap waspada terhadap potensi aksi ambil untung di akhir pekan.***
Sumber: Investor.id









